Foto: Ist
CELEBRITY chef Farah Quinn kembali menunjukkan kepiawaiannya meracik masakan. Kali ini, menu yang dihadirkan merupakan kolaborasi antara cita rasa internasional dengan tradisional Indonesia.
Farah Quinn mendemokan kemampuannya mengolah masakan dalam sebuah event bertajuk "Chef in Action" yang berlangsung di Restoran Immigrant, Plaza Indonesia, Jakarta, belum lama ini. Pada kesempatan itu, Farah didampingi chef dari Immigrant sendiri, Fanny Hermawan. Kedua juru masak tersebut berkolaborasi membuat menu andalan Immigrant yang memiliki cita rasa tradisional, yakni grilled chicken al horno dan ginger creme brulle.
Boleh jadi sebagian besar pengunjung Immigrant tidak menyangka bahwa kedua menu internasional itu menggunakan bahan dasar yang berasal dari Indonesia. Rata-rata jenisnya tradisional. Contohnya pada menu ginger creme brulle. Rasa jahe dan vanili asli begitu terasa di lidah. Hal inilah yang menjadi pembeda creme brulle ala Immigrant dengan creme brulle pada umumnya. Bahan-bahan yang digunakan dijamin mudah Anda temukan di supermarket.
Farah sengaja memilih tumbuhan vanili asli demi mendapatkan cita rasa vanila yang berkualitas pada krim jahe tersebut. Caranya, satu batang vanili dibelah, lalu diambil bagian dalamnya. Setelah itu campurkan vanili dengan krim. Kulit vanili tidak perlu dibuang karena dia juga dapat digunakan untuk menambah cita rasa pada krim.
Menurut Farah, untuk memasak menggunakan bahan dasar vanili, sebaiknya gunakan jenis yang alami. Selain tidak ada campuran kimia, rasa vanili asli juga begitu menonjol. Benar saja, perpaduan manis dan jahenya sangat terasa di lidah.
Bukan hanya sebagai menu pencuci mulut, ginger creme brulle juga mampu menghangatkan badan karena rasa jahenya sanggup menyelaraskan rasa manis dari gula, telur, dan vanili. Kelebihan lainnya, hidangan pencuci mulut satu ini memiliki tampilan yang apik. Perpaduan antara warna lapisan atas gula yang keemasan dengan krim yang berwarna kuning susu.
Sedangkan grilled chicken al horno adalah menu yang menyajikan aneka cita rasa. Chef Immigrant, Fanny, mengatakan bahwa pihaknya ingin para pengunjung mencoba makanan ini. Karena sekali mencicipi, Anda pasti bakal merasakan berbagai jenis rasa pada lidah.
Keunikan lain makanan ini terletak pada ditambahkannya bahan khusus berupa anggur putih yang berfungsi sebagai penyegar rasa masakan. Namun, Anda yang ingin makanan tersebut halal, bisa kok menggunakan bahan alternatif lain, yaitu lemon.
Walaupun inspirasi menu berasal dari mancanegara, tepatnya Argentina, namun bahan bakunya mudah kita temukan di Indonesia. Bahan-bahan yang kerap digunakan chef Immigrant mayoritas memang bahan lokal yang sering didapati di dapur-dapur rumah.
(Koran SI/Koran SI/tty)
Farah Quinn mendemokan kemampuannya mengolah masakan dalam sebuah event bertajuk "Chef in Action" yang berlangsung di Restoran Immigrant, Plaza Indonesia, Jakarta, belum lama ini. Pada kesempatan itu, Farah didampingi chef dari Immigrant sendiri, Fanny Hermawan. Kedua juru masak tersebut berkolaborasi membuat menu andalan Immigrant yang memiliki cita rasa tradisional, yakni grilled chicken al horno dan ginger creme brulle.
Boleh jadi sebagian besar pengunjung Immigrant tidak menyangka bahwa kedua menu internasional itu menggunakan bahan dasar yang berasal dari Indonesia. Rata-rata jenisnya tradisional. Contohnya pada menu ginger creme brulle. Rasa jahe dan vanili asli begitu terasa di lidah. Hal inilah yang menjadi pembeda creme brulle ala Immigrant dengan creme brulle pada umumnya. Bahan-bahan yang digunakan dijamin mudah Anda temukan di supermarket.
Farah sengaja memilih tumbuhan vanili asli demi mendapatkan cita rasa vanila yang berkualitas pada krim jahe tersebut. Caranya, satu batang vanili dibelah, lalu diambil bagian dalamnya. Setelah itu campurkan vanili dengan krim. Kulit vanili tidak perlu dibuang karena dia juga dapat digunakan untuk menambah cita rasa pada krim.
Menurut Farah, untuk memasak menggunakan bahan dasar vanili, sebaiknya gunakan jenis yang alami. Selain tidak ada campuran kimia, rasa vanili asli juga begitu menonjol. Benar saja, perpaduan manis dan jahenya sangat terasa di lidah.
Bukan hanya sebagai menu pencuci mulut, ginger creme brulle juga mampu menghangatkan badan karena rasa jahenya sanggup menyelaraskan rasa manis dari gula, telur, dan vanili. Kelebihan lainnya, hidangan pencuci mulut satu ini memiliki tampilan yang apik. Perpaduan antara warna lapisan atas gula yang keemasan dengan krim yang berwarna kuning susu.
Sedangkan grilled chicken al horno adalah menu yang menyajikan aneka cita rasa. Chef Immigrant, Fanny, mengatakan bahwa pihaknya ingin para pengunjung mencoba makanan ini. Karena sekali mencicipi, Anda pasti bakal merasakan berbagai jenis rasa pada lidah.
Keunikan lain makanan ini terletak pada ditambahkannya bahan khusus berupa anggur putih yang berfungsi sebagai penyegar rasa masakan. Namun, Anda yang ingin makanan tersebut halal, bisa kok menggunakan bahan alternatif lain, yaitu lemon.
Walaupun inspirasi menu berasal dari mancanegara, tepatnya Argentina, namun bahan bakunya mudah kita temukan di Indonesia. Bahan-bahan yang kerap digunakan chef Immigrant mayoritas memang bahan lokal yang sering didapati di dapur-dapur rumah.
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
