Sajian Italia di Hari Istimewa
Minggu, 17 Januari 2010
16:06 wib
Koran SI - Koran SI
Tagliatelle al ragu bolognese, pasta berwarna kekuningan ala Itali/Ist.
HARI Masakan Italia Internasional dirayakan serentak di seluruh dunia. Salah satu restoran Italia, Rosso, turut serta meramaikan perayaan ini dengan menyajikan berbagai hidangan Italia dengan cita rasa yang orisinal.
Secara serentak restoran Italia di penjuru dunia merayakan Hari Masakan Italia Internasional pada 17 Januari ini. Dalam tradisi Italia, tiap tanggal tersebut merupakan milik seorang santa atau santo. Nah, pada 17 Januari ini merupakan hari yang dipilih sebagai penghormatan terhadap Santo Antonio Abate, pelindung hewan peliharaan dan panutan bagi para pemotong daging.
Salah satu restoran Italia yang turut menyemarakkan hari bersejarah ini adalah Rosso. Restoran sekaligus lounge yang berada di Hotel Shangri-La Jakarta ini menyuguhkan cita rasa Italia utara.
Pada kesempatan tersebut, Rosso mengangkat masakan Italia tradisional yakni tagliatelle al ragu bolognese. Pasta berwarna kekuningan ini memang menawarkan rasa yang berbeda dibandingkan pasta yang selama ini pernah Anda coba. Tidak heran karena pasta ini ”lahir” dari tangan seorang chef Italia, Alessandro Santi.
Alessandro yang lahir di Pesaro, provinsi di region Marche, Italia utara, itu membawa serta seluruh kreativitasnya yang digabung dengan cita rasa Italia yang orisinal. Pasta yang dibuat Alessandro menggunakan berbagai bahan untuk saus bolognese ragu. Di antaranya daging sapi yang dicincang kasar dan daging awetan, plus bawang bombai, wortel, seledri, bay leaves, tomat kupas, dan susu segar. Pasta ini pun menggunakan anggur putih (white wine) sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang khas.
Wine tersebut dituang ke dalam bahan-bahan yang tengah dimasak, lalu dibiarkan hingga wine akhirnya menguap. Untuk pastanya, Alessandro yang juga langsung membuatnya.
”Untuk mendapatkan pasta yang kenyal, jangan memasak pasta setengah matang lalu memanaskannya saat akan disantap. Melainkan selalu masak secara al dente, yakni tidak terlalu empuk, tapi juga tidak terlalu keras,” katanya.
Chef yang telah melalang buana ke berbagai negara ini menyarankan untuk penyajian agar saus dituang ke atas pasta dan disajikan dengan keju yang baru diparut di sisinya. Letakkan pula sendok dan garpu di sisi piring sehingga yang memakannya dapat mencampur sendiri serta menambahkan keju sesuai selera.
”Ini merupakan cara autentik penyajian,” imbuhnya.
Alternatif lain, pasta bisa ditumis langsung bersama saus, lalu disajikan dalam keadaan sudah tercampur. Alessandro mengingatkan agar cita rasa asli didapat, lebih baik jangan menghias hidangan dengan daun basil atau parsley, apalagi dengan garlic bread.
Tiap hari Minggu, Rosso menghadirkan paket Sunday Family Lunch. Dalam makan siang ini akan terhidang antipasti (makanan pembuka), makanan laut, berbagai ragam keju Italia, dan makanan penutup yang tersedia sebagai prasmanan, termasuk juga aneka makanan utama. Sebagai penutup, tersedia aneka kue mulai kue opera, tiramisu, hingga tar buah.
Anda bisa mencoba membuat pasta sendiri di rumah dengan resep yang diberikan Alessandro.
(ftr)