Getting Time...
OKEFOOD | Jajan Cafe-Resto

Lokomotif Resto dan Cafe Hadirkan Nuansa Kereta Api

Rabu, 10 Februari 2010 13:39 wib
Arif Budianto - Koran SI
detail berita
Nasi gerbong disajikan dalam bungkusan daun pisang yang berisi nasi, sayuran, daging, dan sambal dalam setiap paketnya. (Foto: agsmat)
JIKA Anda ingin memiliki pengalaman menarik dan ingin bernostalgia sesaat saat menggunakan kereta api, tak ada salahnya menyambangi Lokomotif Resto dan Cafe. Selain menyediakan berbagai menu ala lokomotif, kafe ini berada tepat di belakang Monumen Lokomotif Bandung.

Posisi Lokomotif Resto dan Cafe memang tidak begitu strategis, karena berada di jalan menikung antara Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Kebon Jukut, Bandung, atau di antara perkantoran PT KAI. Namun, resto dan kafe ini bisa ditemukan melalui dua jalur berlawanan sehingga Anda yang terlanjur melewatinya, dapat berbalik arah.

Kafe yang baru dibuka pertengahan September 2009 lalu itu mampu menampung 250 pengunjung. Dibuat dua lantai dan semi open air sehingga memungkinkan pengunjung di lantai atas bisa langsung memandang ke jalan raya melihat monumen kereta tua.

Sesekali pengunjung juga bisa menyaksikan panjangnya kereta api yang melintasi area tersebut. Sementara, pemandangan di lantai dua adalah taman.

”Suasana ini sengaja kami ciptakan agar pengunjung bisa menikmati pemandangan kereta api dengan berbagai menu yang juga bernuansa kereta api,” kata Kapten Lokomotif Resto dan Cafe, Ahmad Wahyu.

Semi open air pun dibuat nyaman untuk mereka yang ingin menikmati sejuknya Kota Bandung dengan berbagai kesibukannya. Tak hanya menawarkan pemandangan ala kereta api, pihaknya pun mengemas Lokomotif Resto dan Cafe terasa berada di dalam kereta api.

Jangan heran bila dari sekira 50 item menu, akan dijumpai beberapa menu dengan nama kereta api, misalnya nasi gerbong, es lokomotif, es jangan tinggalkan gerbongku, dan lainnya. Nasi gerbong misalnya, tak hanya dikemas dengan nama yang unik, tapi isinya pun apik.

Nasi yang disajikan dengan daun pisang ini selain berisi nasi, juga terdapat sayuran, daging, dan sambal dalam setiap paketnya. Begitu juga es lokomotif yang dibuat dengan warna merah mencolok dan tampak menyegarkan. Harga yang ditawarkan pun cukup bervariasi. Untuk makanan berat bisa dibeli mulai Rp 10 ribu-Rp20 ribu.

Menu dan nuansa sengaja diciptakan sengaja untuk menghadirkan kesan nostalgia. Tak heran, di beberapa sudut kafe terpajang beberapa foto kereta api berukuran besar.

Lebih jauh Ahmad mengatakan, kafe ini merupakan proyek percontohan PT Restaurant Kereta Api (Reska), anak perusahaan PT KA di Kota Bandung. Sebelumnya, kafe ini telah berdiri di Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Kendati baru berdiri, pihaknya masih akan melakukan pembenahan dekorasi. Rencananya, ruangan akan dibuat mirip dengan kereta api dan galeri yang menampilkan berbagai jenis kereta api.
(ftr)

Berita Terkait : Cafe & Resto

Beri komentar

FAVORIT CELEB

 
 

Lifestyle

Ussy: Andhika Sering Bilang I Love You
Wanita terkadang lebih romantis dibandingkan pria. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Ussy Sulistyawati. Menurutnya, sang suami Andhika Pratama yang lebih romantis.

Celebrity

Tolak Penangguhan Penahanan Aldi, Kapolda Gebrak Meja
Kapolda Metro Jaya emosi bahkan sampai gebrak meja sambil mengatakan tidak akan memberikan penangguhan penahanan kepada Aldi, pria yang melaporkan perzinaan Zumi Zola.

Travel

Jangan Rayakan Valentine di Tempat Ini!
 Sudahkah Anda mencari tempat unyuk menghabiskan hari Valentine bersama pasangan? Pastinya, Anda akan memilih tempat-tempat romantis bukan?