Nikmati Chinese Cuisine ala The Wang
Sabtu, 13 Februari 2010
17:39 wib
Koran SI - Koran SI
Udang Szechuan (Foto: Google)
DUNIA kuliner tengah menggeliat, ditandai dengan makin maraknya restoran berkonsep menarik. Seperti The Wang Casual Dining, yang hadir untuk melengkapi kebutuhan para pencinta makanan.
Restoran yang mengusung konsep casual dining modern Chinese cuisine ini mencoba menawarkan berbagai menu pilihan nan menggiurkan dengan harga terjangkau. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan juga berasal dari material terbaik serta tersaji dalam bentuk yang bervariasi. Tak ketinggalan, juru masak lokal namun berpengalaman internasional disiapkan untuk menjamin kualitas cita rasa masakan yang ditawarkan.
General Manager The Wang Casual Dining Inrastuti mengungkapkan, restoran yang berlokasi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta ini berdiri atas prakarsa empat orang pemegang saham, tepatnya pada Januari 2009. Keempat orang itu mengamati fenomena yang terjadi di kota-kota besar, di mana para eksekutifnya sangat sibuk dan kesulitan mencari tempat makan yang sesuai dengan selera mereka.
Alhasil, dibuatlah The Wang supaya para eksekutif tersebut tidak kesulitan lagi mencari tempat untuk santap siang. Atau jika sudah malam dan ingin nongkrong, bisa juga mampir ke restoran berkonsep kasual ini.
”Kebetulan bangunan yang ditempati The Wang dulu bekas restoran juga. Hanya, saat ini sudah mengalami beberapa perubahan, seperti perubahan suasana dan konsep restorannya,” kata Inrastuti, atau akrab disapa Tuti.
Soal pemilihan jenis makanan yang disajikan The Wang, menurut Tuti didasari fakta bahwa di kawasan perkantoran Sudirman tidak ada restoran yang menyajikan masakan China. Mengingat persaingan di antara restoran China cukup tinggi, The Wang harus mempersiapkan beberapa keunggulan yang boleh jadi tidak dimiliki restoran lain. Misalnya dari segi makanan, dipilih yang berkualitas. Begitu pula pelayanannya.
Menurut Tuti, para staf The Wang sudah menjalani tahapan training dan pengajaran yang memadai. Misalnya mereka diajari cara penyajian makanan, cara berbicara dengan tamu, dan bagaimana mengetahui keinginan tamu. Jadi, mereka bukan hanya dituntut untuk hafal dan paham menu.
”Pramusaji harus tanggap sebelum si customer meminta. Misalnya bagaimana kita menjelaskan kepada tamu cara menikmati makanannya. Sikap tanggap itu juga bisa dilihat, sebelum tamu meminta sesuatu, perhatikan gerakan atau mimiknya. Nah, pramusaji harus tanggap lalu menghampiri dan bertanya apa ada yang bisa dibantu?” papar Tuti.
Menu yang disediakan The Wang cukup bervariasi, mulai dim sum hingga menu-menu ala carte. Harga dim sum kisarannya adalah Rp7.400–37.000 per porsi, sementara menu ala carte dihargai mulai Rp25.000 hingga di atas Rp500.000 per porsi. Di sini juga tersedia set menu wedding, plus makanan pembuka dingin ataupun panas dengan cita rasa Sichuan dan Thailand.
Seperti restoran pada umumnya, The Wang pun memiliki menu unggulan, yaitu sapo pausit, tahu pocai dengan jamur bailing, sapi lada hitam, ikan goreng ala thai, udang goreng gandum, dan udang szechuan. Ada lagi kung pao chiting, makanan yang terbuat dari daging ayam. Yang menarik pada masakan ini adalah, daging ayam dipadu dengan kacang mede serta cabai merah yang diiris panjang.
Menurut chef The Wang, Raduamin Simanuhuruk, kung pao chiting termasuk menu terfavorit. Sebab, cara penyajiannya berbeda dari jenis menu ayam pada umumnya. Sebelum bahan-bahan baku dicampur, ayam terlebih dulu dibumbui dan diungkep selama 30 menit. Baru setelah itu gongseng cabai yang sudah diiris. Gongseng hingga harum, lalu kacang mede digoreng. Setelah semua siap, campuri saus pada bahan-bahan yang diolah tadi.
”Untuk penyajiannya, biasanya kami letakkan di dalam kerupuk berbentuk mangkuk. Lalu, taruh di atas piring,” jelas Raduamin. ”Selain itu, ada juga udang szechuan. Udang di sini terbilang lunak karena sebelum dimasak, dagingnya dibumbui dulu lalu direbus sebentar dan digoreng. Setelah itu, campur dengan saus,” tambah sang chef.
Restoran bersegmen konsumen kelas menengah ke atas ini juga menyediakan Chinese tea, di samping jenis minuman lain seperti caramel machiato, cafe mocca, dark chocolate frappe-o, mocca de cacao, italian soda, jus segar, dan minuman bersoda.
Sebagai menu pamungkas, Anda bisa mencoba dessert durian gulung. Menu ini cukup unik. Daging durian dibalut dengan tepung sehingga renyah dan terasa gurih di lidah.
Walaupun lebih banyak menawarkan masakan China, The Wang tidak lupa untuk menghadirkan menu kopi internasional. Dengan begitu, para eksekutif yang ingin meeting atau menjamu relasi bisa mampir ke restoran ini.
Restoran seluas 881 meter persegi ini sangat ideal dijadikan lokasi perayaan tertentu, seperti pesta perkawinan, ulang tahun, product launching, meeting, reuni, dan sudah tentu makan pagi, makan siang, makan malam, serta minum kopi. Keunggulan The Wang tidak hanya dirasakan saat kita sedang menikmati makanan dan dilayani para stafnya, tapi juga dari sisi luas bangunan. Restoran ini bisa menampung h ingga 400 orang untuk standing party dan 290 orang untuk kapasitas meja bundar dengan full set up. Selain itu, The Wang juga dilengkapi dengan enam ruang VIP yang dapat digabungkan. Ada lagi fasilitas Wi-Fi serta pelayanan valet parking gratis.
Sesuai namanya, The Wang yang berarti kuning atau gold, pengelola restoran ini berharap suatu saat nanti bisa mencapai ”masa keemasan” yang ditandai dengan kesuksesan The Wang.
(tty)