Fusion Food Berbalut Cita Rasa Italia
Selasa, 16 Februari 2010
14:41 wib
Koran SI - Koran SI
Untuk makanan yang di-grill, patut dicoba tenderloin steak ala Nannini Grill. (Foto: myrecipes)
BAGI Anda yang sering menghabiskan waktu di Plaza Senayan, tentu sudah hafal dengan Nannini Grill. Salah satu restoran yang berdiri sejak pertama kali tempat gaul anak muda Jakarta itu dibuka.
Awalnya, restoran ini mengambil nama dari produsen kopi terkenal asal Italia, Alessandro Nannini. Namun seiring waktu berjalan, tepatnya semenjak 2006, restoran bergaya semi-bistro ini melakukan modernisasi dengan mengubah namanya menjadi Nannini Grill.
Hingga kini selama 15 tahun keberadaannya, Nannini Grill terus melakukan inovasi dan pembenahan baik dari segi desain interior maupun variasi masakan. Tidak heran, pelanggan restoran yang berada di lantai 3, Plaza Senayan, ini terus menggunung.
Sales & Marketing Manager Nannini Grill Restia Wulandari mengatakan, banyak pelanggan Nannini yang merupakan pengunjung lama sejak restoran ini dibuka. Begitu cintanya dengan Nannini Grill, mereka tidak pernah berpindah ke lain hati.
”Mereka tidak usah buka buku menu sudah tahu mau menikmati makanan apa di sini,” ujar Wulan, panggilan akrab Restia Wulandari.
Dari segi desain interior, restoran ini tampil dengan warna putih segar dan tatanan lampu yang menarik. Ditambah sofa-sofa di sekitarnya yang nyaman, membuat restoran berkapasitas 80–100 orang ini mampu menunjukkan suasana eksklusif dan berkelas. Apalagi, ada jendela kaca yang dibalut gorden putih bersih yang sangat lebar, tepat menghadap ke jalan raya.
”Kalau sore hari gordennya bisa dibuka, sehingga ambiens jalanan Kota Jakarta dan gedung-gedung di sekitar Senayan bisa kelihatan. Indah sekali,” imbuh Wulan.
Untuk mempertahankan sentuhan gaya klasik Italia, lanjut dia, di dalam restoran juga terpajang lukisan kubah bergaya Romawi klasik. Adapun di sudut lainnya terlihat wine racik, yang menyediakan beberapa pilihan anggur eksklusif yang akan membuat acara bersantap Anda semakin berkesan.
Wulan menuturkan, pelanggan terbanyak di tempatnya datang dari kalangan eksekutif muda dan keluarga. Tidak heran, karena target pasar Nannini Grill memang di sekitar level medium high.
”Saat weekdays biasanya pengunjung yang datang berusia 25–40 tahun. Sementara untuk weekend, kebanyakan keluarga. Mungkin karena tempatnya di mal juga,” katanya.
Dalam satu hari, terang dia, Nannini Grill rata-rata bisa dikunjungi antara 250–400 orang. Restoran ini terbagi dalam dua area, yaitu area merokok dan bebas rokok. Area merokok ditempatkan di dalam restoran, sedangkan area bebas rokok ditempatkan di luar atau teras restoran.
Wulan mengatakan, tempatnya juga menerapkan konsep open plan kitchen, di mana pengunjung dapat dengan mudah melihat secara langsung para chef dalam membuat aneka jenis makanan.
”Pengunjung jadi merasa aman soal kebersihan maupun kesegaran bahan-bahan masakan di sini,” katanya.
Nannini Grill, ujar Wulan, juga banyak dipesan untuk meeting group perayaan ulang tahun atau kegiatan konferensi pers. Tentu saja acara Anda semakin berkesan dan tidak terlupakan ketika dirayakan di tempat ini.
Sesuai dengan namanya, Nannini Grill mengkhususkan diri dalam grill items. Jenis makanannya, walaupun berbau-bau Italia, Nannini Grill tidak hanya menyajikan masakan Italia. Di sini terhidang pula makanan Indonesia dan Asia lain dengan cita rasa berbeda. Intinya fusion food, yaitu campuran antara Western dan tradisional.
Untuk makanan yang di-grill, patut dicoba beef short ribs, tenderloin steak, dan BBQ salmon. Sedangkan menu pasta Italia yang menjadi andalan adalah nannini lasagna al forno dan spaghetti aglio olio al tonno. Dijamin jika Anda sekali menikmatinya, besok-besok akan datang kembali.
Nannini Grill, terang Wulan, juga menawarkan hidangan khas Tanah Air seperti sup buntut, sup tekwan nannini, dan nasi goreng buntut. Untuk dessert, restoran ini menyediakan tiramisu dan chocolate melt yang menjadi signature food di sini.
”Tiramisu di sini menjadi favorit.Banyak yang suka dan pesan terus,” katanya.
Di jajaran minuman, cicipilah hasil keahlian barista meracik berbagai jenis kopi mulai cappuccino, strawberry mint coffee blend, hingga macademia ice blend. Juga tersedia sejumlah rasa mocktail, seperti cray apple mint, smoothies, tea flavour (cold/hot), dan fresh juice. Semua minuman berasa segar dan diracik secara andal oleh koki Nannini Grill.
Wulan menuturkan, poin utama dari pelayanan di restoran yang buka Senin-Minggu pukul 10.00–22.00 WIB ini adalah memberi kepuasan 100 persen kepada konsumen yang datang. Dengan begitu, para pengunjung diharapkan dapat kembali lagi suatu waktu.
”Kuncinya bagaimana pengunjung bisa terkesan dan balik lagi. Ini memang tidak mudah,” ujarnya.
(ftr)