KEBANYAKAN orang menikmati kopi hanya dengan menyeruputnya. Namun, tidak demikian halnya di Omar’s Coffee. Kedai kopi ini hadir untuk memberi sensasi lain kepada para pencinta kopi.
Kedai kopi yang berada di lokasi cukup strategis di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan ini mencoba peruntungannya dalam menyaingi kedai sejenis yang sudah punya nama. Didukung fasilitas yang memadai, kedai kopi yang berdiri 12 Desember 2009 ini hadir dengan
brand yang diambil dari nama pemiliknya, Omar W Kusuma.
Berlatar belakang sebagai pencinta kopi, Omar memilih mendirikan kedai kopi agar bisa senantiasa ”melampiaskan” hobinya itu. Ditambah lagi dia memang mempunyai impian untuk membuka usaha sendiri. Meskipun Omar’s Coffee baru berusia dua bulan, pemiliknya bisa dikatakan sudah cukup berpengalaman. Pasalnya, selama ini Omar bukan hanya menjadi peminum kopi, namun juga belajar mengenai seluk-beluk kopi.
Berbeda dengan beberapa kedai kopi yang kerap mengandalkan
supplier, Omar memilih untuk terjun dan terlibat langsung dalam memilih biji kopi berkualitas dari para petani. ”Saya mengambil biji kopi mentah langsung dari petani, lalu memanggangnya (me-
roasting) sehingga menjadi kopi matang (
roasted bean),” kata Omar.
Walau demikian, Omar mengakui bahwa saat ini sudah banyak
coffee shop yang memanggang kopi sendiri dan dalam skala besar. Itu pun terkadang tempat me-
roasting dengan kedai kopinya berada di lokasi terpisah. Tapi di Omar’s Coffee, proses pemanggangan berlangsung di kedai tersebut.
Roasted bean atau kopi matang yang dihidangkan di sini rata-rata berusia tidak lebih dari satu bulan. Sebab, Omar memanggang kopinya dalam jumlah terbatas sehingga aroma dan rasa kopi tetap terjamin. Di Omar’s Coffee juga dijual kopi kemasan ukuran 250 gram yang masih berbentuk biji. Hal ini dimaksudkan agar para
costumer melihat bahwa kopi yang dijual Omar’s Coffee memang berkualitas. Untuk saat ini, tersedia
Toraja coffee, Java coffee, Mandheiling coffee, dan
Omar’s blend.
”Bagi rata-rata pengunjung di sini, jika ingin membeli kopi, tidak saya rekomendasikan untuk membelinya dalam bentuk bubuk berskala besar. Karena menurut saya, aroma kopi semakin lama akan semakin berkurang. Jadi, saya sarankan bagi para penikmat kopi agar mempunyai alat untuk menghaluskan biji kopi menjadi bentuk bubuk, baik yang grinder electricmaupun grinder manual,” papar Omar.
Kalaupun ada yang ingin membeli kopi Omar dalam bentuk bubuk, biasanya Omar perlihatkan dulu dalam bentuk biji supaya para pembeli melihat bahwa kualitas biji kopi di kedai ini memang terjamin. Setelah kopi dihaluskan, lalu dibungkus kembali sehingga tiap pengunjung yang membeli kopi buatan Omar dapat melihat secara langsung proses pembuatan kopi menjadi bubuk.
Di kedai ini, Omar menyajikan kopi
omar’s blend. Omar’s blend adalah gabungan antara
arabica coffee dengan
robusta coffee. Semua varian kopi yang ada di Omar’s Coffee mempergunakan
omar’s blend, baik itu
black coffee, kopi tubruk,
cappuccino, machiato, caramel machiato, cafe latte, jamaican rum and cookies blended, tiramisu cookies blended, maupun
caramel espresso blended.”Jika kita minum
cappuccino, content-nya adalah sepertiga
espresso, sepertiga
steamed milk, dan sepertiganya lagi
milk foam. Lalu, apa bedanya dengan
cafe latte? Pada jenis minuman ini
steamed milk lebih banyak daripada
cappuccino dan
milk foam-nya lebih sedikit dibandingkan
cappuccino,” terang Omar.
”Makanya, para wanita lebih senang menyeruput
cafe latte karena tidak terlalu
strong rasa kopinya,” tambah dia.
Dalam suatu kesempatan,
Seputar Indonesia sempat melihat cara pembuatan
cafe latte khas Omar’s Coffee. Yang pertama dilakukan adalah menghaluskan biji kopi dengan mesin grinder, lalu bubuk kopi tersebut diletakkan di
portafilter, yakni sebuah tempat untuk menaruh kopi bubuk (
ground coffee).
Setelah dimasukkan, kopi diratakan dengan menggunakan alat penekan (tamper) sambil diputar. Kemudian,
portafilter itu dimasukkan ke dalam
espresso machine untuk dilanjutkan dengan proses
brewing, lalu diletakkan gelas
shot espresso di bawah
portafilter kira-kira 20–28 detik. Selanjutnya, sebagai tahap akhir, dilakukan proses
frothing milk, yaitu memanaskan dan membuat
foam susu dengan mesin
espresso.Adapun menu terfavorit pelanggan Omar’s Coffee di antaranya
tiramisu and cookies blended dan
jamaican rum and cookies blended.Di samping menawarkan banyak varian menu kopi, Omar’s Coffee juga menyediakan minuman
non coffee seperti
green tea blended, white chocolate blended, dan
mint chocolate blended. Bagi Anda yang menyukai
iced coffee, dapat mencoba menu pilihan lain dari kedai kopi ini di antaranya
iced black coffee, iced cafe latte, iced cappuccino, dan
mint chocolate blended. Sedangkan menu makanan yang bisa dijadikan pelengkap sajian kopi adalah
french fries, potato wedges, bitter ballen, dan spageti.
(tty)