Getting Time...
OKEFOOD | MakanYuk

Sehatnya Hidangan Vietnam

Kamis, 18 Februari 2010 18:14 wib
Koran SI - Koran SI
detail berita
(Foto: Google)
HIDANGAN Vietnam memang dikenal sehat. Di samping menggunakan bahan-bahan segar dan alami, masakan ini pun diolah tanpa menggunakan penyedap rasa. Taste yang dihasilkan pasti berbeda. 

Coba perhatikan, makanan orisinal Vietnam banyak menggunakan sayuran hijau, rempah-rempah, seafood, dan tak ketinggalan aneka saus yang membuat masakan semakin menggoda. Belum lagi tambahan perasan jeruk lemon atau nipis yang menjadikan masakan segar sekaligus harum. Adapun sayuran yang biasa digunakan, di antaranya bawang bombai, bawang putih, kemangi, lada segar thailand, jeruk lemon, jeruk nipis, selada, dan taoge.

Masakan Vietnam sejatinya juga bebas dari penyedap rasa. Sebagai ganti, digunakanlah kecap ikan. Di samping itu, karena Vietnam terkenal akan masakan sehatnya, maka proses memasak tidak melalui pemanasan. Sebaliknya, di restoran Vietnam biasanya masakan akan langsung diproses begitu tamu memesan, termasuk di My Hanoi House.

”Jadi di sini istilahnya home cook karena makanan langsung dimasak dan tanpa penyedap rasa,” kata Manajer My Hanoi House Rigel DY Kasiuhe.

Kota Hanoi dengan populasi kurang lebih 6,5 juta jiwa, sekaligus menjadi kota terbesar kedua di Vietnam. Tampaknya kota ini bukan hanya atraktif untuk dikunjungi wisatawan. Lebih dari itu, masakan asal kota tersebut juga menjadi magnet bagi pencinta kuliner. Lihat saja, tidak sedikit restoran Vietnam di Jakarta khususnya, yang dibanjiri pengunjung. Tidak terkecuali My Hanoi House yang sudah hadir beberapa tahun belakangan.

Restoran yang terletak di La Piazza Sentra Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini tampak dipenuhi pengunjung bila jam makan siang maupun makan malam. Pada akhir pekan, restoran ini bahkan lebih banyak dikunjungi para tamunya. Seperti Hanny dan Yuliana yang sengaja singgah di restoran ini. Hanny mengaku baru pertama kali mencicipi hidangan restoran tersebut.

Wanita yang berprofesi sebagai karyawan swasta itu mengatakan, masakan di My Hanoi House memiliki cita rasa tersendiri. Kebetulan Hanny memang penyuka makanan Vietnam. ”Paling enak makan masakan Vietnam dengan kombinasi sausnya. Rasa sausnya ada yang manis dan asin,” kata Hanny.

”Di sini lokasinya strategis, suasana oke, makanannya juga,” timpal Yuliana.

Bahan baku untuk mengolah masakan, menurut Rigel, banyak yang didatangkan langsung dari Vietnam. Misalnya kulit lumpia yang digunakan untuk membuat menu spring roll. Kulit lumpia ini sangat tipis dan berbentuk jala. Karena itu,yang membuatnya pun harus orang yang sudah ahli agar kulit lumpia tidak sobek.

Bukan hanya kulit lumpia. Agar minuman kopi restoran ini memiliki rasa yang serupa dengan kopi asal negerinya, maka biji kopinya harus diimpor dari Vietnam. Bahan lain seperti soun, aneka saus, dan kecap ikan juga didatangkan dari sana. Adapun daging diimpor dari Selandia Baru. Menurut Rigel, daging lokal terkadang masih keras meski sudah dimasak.

”Kami memang memakai daging impor karena tekstur dagingnya cepat empuk dan lebih juicy,” sebutnya.

Menu yang tidak boleh dilewatkan di restoran Vietnam adalah hidangan pho. Ini adalah mi ala Vietnam yang terbuat dari beras dan lazim disajikan dengan jeruk nipis, taoge, dan lada yang bisa ditambahkan sendiri. Pho dihidangkan dengan daging yang telah diiris tipis. Ada pula yang menyajikan menu ini dengan dada ayam ataupun hati ayam.

Untuk diketahui, restoran yang menjual hidangan phoini dibuka di Hanoi sekitar tahun 1920-an. Di Hanoi, rasa pho yang ada di tiap daerah tidaklah sama. Bisa saja di suatu daerah pho terasa agak manis, sementara di tempat lain hidangan ini lebih pedas. Vietnam bagian utara biasanya menggunakan mi dengan ukuran yang lebih lebar. Di Vietnam selatan, ukuran minya lebih tipis dan ditambahkan taoge dan sayuran segar ke dalam mangkuk. Bahan tambahan ini memang dipopulerkan di Vietnam bagian selatan.

Phobukan satu-satunya hidangan istimewa di My Hanoi House. Ada pula pilihan sup yang beragam. Coba saja sour and spicy seafood soup. Ini merupakan cream soup yang terasa asin dan sedikit pedas. Cocok untuk pembuka selera. Bagi penyuka hidangan laut, khususnya kepiting, jangan lewatkan fabuilt. Capit kepiting digoreng kering, lalu dicampur dengan jamur kuping dan disajikan dengan saus jamur.

Yang tak kalah menarik adalah tom bao mia, daging udang giling yang dililit dengan batang tebu. Mirip dengan sate lilit bali, namun bukan batang sereh melainkan batang tebu yang digunakan. Hidangan udang juga tersedia. Coba saja pesan grilled tiger prawn, udang dibakar dengan bumbu pedas dan disajikan bersama salad.

Sering makan sapi lada hitam? Maka Anda harus mencoba bo luc lac, yakni daging sapi lada hitam dengan bumbu khas Vietnam. Ada pula grilled sexy chicken. Dikatakan seksi karena ayam yang digunakan merupakan ayam tanpa tulang dan telah dibumbui dengan sereh salah satunya. Setelah dibumbui, ayam dibiarkan selama 3-5 jam. Pantas saja bumbunya meresap sempurna dan menghasilkan rasa yang mantap.

Sama dengan cha ca, ikan dori impor yang hidup di perairan Sungai Mekong. Setelah dibumbui, ikan ini dibiarkan dengan kurun waktu yang sama dengan grilled sexy chicken. Kacang sangrai dan bawang goreng yang ditaruh di atas hidangan menjadikan rasa ikan ini semakin sedap.

Hidangan ayam yang lain, ga nguvi huong. Ayam goreng yang dimasak menggunakan lima rempah berbeda di antaranya sereh, lengkuas, dan kunyit. Porsinya cukup besar karena menggunakan setengah ekor ayam kampung. Jadi, bisa untuk sharing dengan kawan. Penasaran rasanya seperti apa? Coba saja sendiri.
(tty)

Berita Terkait : Makan Yuk

Beri komentar

 
 

Lifestyle

Bentuk Bibir Ungkap Karakter Seseorang
Bentuk bibir ternyata menggambarkan karakter seseorang. Inilah ulasan lengkap mengenai panduan menguak bentuk bibir dengan karakter seseorang.

Celebrity

KD: Anang-Ashanty Nikah 12 Mei 2012
Pasangan Anang Hermansyah dan Ashanty kabarnya akan menikah pada tanggal 12 Mei 2012. Hal tersebut diungkapkan oleh mantan istri Anang, Krisdayanti (KD).

Travel

Destinasi Favorit Gay, Cape Town Siap Saingi Tel Aviv
Beberapa waktu lalu, Kota Tel Aviv dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik di dunia bagi kaum gay. Pencapaian tersebut kini bakal disusul Cape Town, Afrika Selatan.