Cup & Cino Coffee House Lebih dari Coffee House Biasa
Jum'at, 19 Februari 2010
18:44 wib
Koran SI - Koran SI
Nikmati kopi di Cup & Cino Coffee House (Foto: Ilustrasi Google)
TAK seperti coffee house kebanyakan, Cup & Cino tidak sekadar menyuguhkan kopi, tapi juga makanan dari pembuka hingga penutup. Minuman teh, wine, dan jus buah juga tersedia di cafe tersebut.
Begitu melangkah masuk ke outlet Cup & Cino, pengunjung akan disambut dengan suasana hangat yang dimunculkan melalui lampu-lampu yang menyala redup, plus keramahan para pramu saji yang berdiri di depan pintu. Coffee house yang menempati lokasi di Plaza Semanggi Ground Floor 16, Jakarta, ini merupakan gerai waralaba dari Jerman.
”Cup & Cino yang berada di Plaza Semanggi merupakan gerai master franchise di Indonesia dan hadir sejak 25 Januari 2004,” kata Manajer Cup & Cino Indonesia Eka Handayani, membuka obrolan.
Setelah di Plaza Semanggi, Cup & Cino hadir pula di Medan, Sumatera Utara, tepatnya di lantai dasar Cambridge City Square, Jalan S Parman. Lalu, pada April dan Juni mendatang, cabang Cup & Cino masing- masing akan dibuka di Bandung dan Surabaya.
Coffee house berkapasitas 85 orang untuk area indoor dan 50 pengunjung untuk area outdoor ini beroperasi pukul 10.00–22.00 WIB. Khusus akhir pekan, gerai baru akan ditutup pada pukul 23.00 WIB. ”Fasilitas yang kami sediakan membuat para pengunjung betah berada di sini hingga berjam-jam,” kata salah seorang pramusaji Cup & Cino Coffee House, Lia Yunita.
Lia menyebutkan, fasilitas yang diunggulkan di Cup & Cino, di antaranya internet yang disediakan secara gratis tanpa batas. Selain itu,khusus pada Jumat malam akan tersaji program Friday Cozy yang menampilkan live music. Live music ini terkadang juga hadir pada malam-malam tertentu.
Meskipun konsepnya coffee house, Cup & Cino tidak hanya menyediakan kopi, melainkan makanan lengkap, mulai menu pembuka hingga penutup. Jenis menunya pun bervariasi, dari Asia hingga menu-menu Western. Sementara untuk menu minuman, komplet tersaji secara full set up bar dari jus sampai wine.
”Walaupun coffee house ini franchise dari Jerman, tidak semua bahan diimpor dari sana. Hanya beberapa bahan dasar utama, seperti kopi dan cokelat, yang diimpor,” katanya.
Menu yang sering dipesan pengunjung Cup & Cino, menurut Lia, satu di antaranya banana choco frappe untuk kategori minuman dingin. Menu ini terbuat dari pisang yang dicampur dengan espresso dan whipped cream, kemudian diberi hiasan berupa potongan pisang dan wafer stick.
Untuk menu minuman hangat, yang banyak dipesan adalah machiatto praline, yang mencampurkan espresso dengan susu plus cokelat batangan yang dicairkan.
”Cokelat yang paling difavoritkan ialah Puerto Cabello. Cokelat ini netral karena memiliki rasa yang berbeda dengan kadar 43 persen. Apabila dilihat dari kadar cokelatnya, cokelat jenis ini memiliki kadar yang sedang. Makin tinggi kadarnya, makin pahit rasa cokelatnya. Kadar yang disediakan mulai 39-75 persen,” kata Lia.
Menu lain yang menjadi favorit pengunjung Cup & Cino adalah sup buntut goreng, salisbury steak holstein, dan zuppa di pesce spinach pie. Adapun menu terbaru coffee house ini akan hadir tiap bulan, semisal kulibyka.
Menurut salah seorang koki Cup & Cino Coffee House, Indrarti atau akrab dipanggil Indri, menu kulibyka sudah hadir di tempat ini sejak akhir Januari 2010. ”Kulibyka biasanya ditemukan di hotel, namun dengan beragam isi. Di sini, kulibyka menggunakan salmon pilihan sebagai isi,” ujar Indri.
Kulibyka merupakan menu berisi ikan salmon yang diimpor dari Selandia Baru. Ikan ini dimasak dengan cara dipanggang setengah matang, kemudian ditambahkan bawang bombai dan telur rebus, baru dibungkus menggunakan puff pastry, setelah itu dioven selama 15 menit. Untuk pelengkap penyajian, bisa ditambahkan kentang dan sayuran lain seperti wortel ataupun buncis. Tambahkan pula saus yang bisa dipilih sesuai selera, misalnya mushroom sauce. Menu baru ini dibanderol dengan harga Rp62.000.
Ada lagi menu yang menyerupai sate lilit bernama sirloin roll. Menu ini mengombinasikan hidangan Asia dan Western.
”Ini termasuk menu fusion karena memadukan unsur Asia dan Barat di dalamnya. Hal itu ditampilkan lewat pemilihan daging sirloin yang disajikan dengan dililitkan pada batang sereh sehingga memiliki rasa sereh yang cukup pekat,” papar Indri.
(tty)