INGIN menikmati daging sapi? Siapa yang tak suka, terlebih daging sapi memiliki kontur yang lembut dan memiliki kandungan gizi tinggi bagi tubuh manusia. Tak heran bila banyak orang rela merogoh kocek ratusan ribu untuk menyantap daging hewan mamalia ini.
Kini, Anda pun bisa mencicipi daging sapi asal Jepang (
wagyu) racikan Allspice the Riyal Satrian Villas di Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali. Cita rasanya yang fokus pada
red wine, mampu menggugah selera makan Anda.
Untuk memopulerkan makanan khas Jepang ini, pihak restoran Allspice The Royal Santrian menggelar acara bertajuk ”Wagyu Festival”, yang berlangsung mulai 26-28 Februari lalu. Di festival ini semuanya memanfaatkan daging sapi, baik untuk hidangan pembuka, menu utama dan penutup. Berbagai menu masakan mulai dari Prancis, Jepang dan Eropa juga disajikan di restoran dengan pemandangan menghadap ke arah timur pantai Tanjung Benoa tersebut.
Saat menginjakkan kaki di restoran ini, pengunjung merasakan atmosfer panorama yang indah dan sejuk. Terlebih dengan sentuhan musik etnik dan
child out, makin membuat kaki enggan beranjak dari set tabel berjumlah 75 buah. Apalagi jika menikmati santap malam bersama pasangan semakin menambah sisi romantisme Anda berdua.
”Untuk festival ini kami sengaja pilih
wagyu. Daging sapi dari Jepang ini memiliki tekstur daging yang sangat lembut,” tutur Andreas Kindangen,
chef kitchen dari Allspice Royal Santrian, belum lama ini.
Andreas mengatakan, untuk hidangan pembuka berupa ”wagyu roll”. Hidangan pembuka menonjolkan rasa yang menggugah selera makan Anda.
”Di segmen ini,
wagyu yang disajikan lebih berasa seperti lada dan beraroma rasa bir yang sudah dibubuhi cairan tertentu. Kami ingin memanjakan lidah pengunjung untuk merasakan lembutnya lemak daging sapi,” katanya.
Menginjak menu utama, ada beberapa pilihan bagi pengunjung, sebut saja ”wagyu bearnaise” yang lebih bercita rasa Perancis. Menu ini dipercaya dengan tambahan bahan baku, seperti kuning telur, bawang merah, dan
red wine.”
Wagyu yang telah di-
grill dihaluskan, lalu ditambahkan ketiga bahan tadi di atasnya,” sebut Andeas.
Sedangkan pada menu utama kedua, disediakan ”grill vegetables” yang dipadukan dengan tomat dan ketimun. Tak ketinggalan pula, kentang goreng yang dihidangkan dalam satu piring sebagai menu tambahan.
”Menu andalan kami adalah ’wagyu beef cheek’. Daging ini dimasak selama tiga jam dengan tingkat suhu yang dijaga, sehingga dagingnya berubah menjadi lembut. Daging ini begitu dikunyah langsung hancur, sehingga mudah menyantapnya,” jelasnya.
Biasanya, ”wagyu beef cheek” digemari kalangan orangtua karena pas dengan lidah mereka. Setelah puas menjelajah rasa aneka jenis masakan
wagyu pada hidangan penutup, disuguhkan buah atau sesuatu yang berasa manis untuk pencuci mulut.
Konsep
finishing sebagai pencuci mulut, sambung Andreas, dipilih yang berasa segar manis di lidah. Karenanya, menu penutup sengaja disajikan makanan berbahan dasar krim yang asam sebagai penyeimbang.
"Biar ada
balance," tambahnya.
Untuk hidangan penutup yang juga andalan restoran ini, yakni ”panacota” berbahan dasar jeruk, krim markisa sirup, dan ”orange compole” yang merupakan perpaduan buah, gula, dan sirup.
Ada juga menu dessert ”rogos”, yaitu
strawberry dengan
red wine redestion, plus gula yang menghasilkan rasa dominan manis dan asam.
Dipilihnya semua menu berbahan
wagyu itu, kata dia, karena pihak restoran ingin menyuguhkan sensasi yang beda dan tidak ditemukan di restoran lain.
"Kami sadar, makan bukan sekadar untuk mengenyangkan perut. Namun, bagaimana orang bisa merasakan perjalanan yang unik dan tidak didapatkan di tempat lain," ungkapnya.
Selama festival banyak pengunjung yang datang, baik wisatawan asing maupun domestik. Pihak restoran membuka hidangan mulai pukul 16.00-22.00 WITA.
Harga masing-masing makanan sangat variasi, misalnya hidangan pembuka Rp75 ribu, di mana pengunjung mendapat
welcome drink dan menu pembuka. Sementara untuk ”main course” dibanderol Rp250 ribu, yang terdiri dari hidangan pembuka, menu utama plus
dissert.Jika memiliki uang lebih bisa mengambil paket ”all u can eat” yang dibandrol Rp450 ribu. "Untuk paket ini, pengunjung bisa makan apa saja menu yang dihidangkan sampai bener-benar puas," pungkasnya.
(tty)