Makanan khas Guinness (Foto: Rendra Hanggara/SI)
GUINNESS Extra Stout tidak hanya nikmat ketika diminum, tetapi juga saat dicampur menjadi bumbu dalam suatu menu. Rasa masakan itu menjadi istimewa dan tak terlupakan.
Guinness sebagai bir hitam terbaik di dunia, telah menantang minat banyak chef untuk menjadikannya sebagai bagian dari kreasi menu mereka. Di Irlandia, tempat kelahiran Guinness, banyak restoran yang menyajikan menu masakan dengan paduan Guinness.
Guinness Indonesia lalu mengundang Decanter Wine House untuk menciptakan inovasi terbaru dalam masakan istimewa, yang menggunakan Guinness Extra Stout sebagai salah satu bumbu dasarnya. Keunikan rasa menu pilihan Decanter berpadu sempurna dengan kekhasan rasa Guinness, menciptakan hidangan yang akan memberi Anda pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Lima hidangan yang dipilih Decanter dimulai dari sajian pembuka mussel braised in guinness foreign extra stout, dilanjutkan dengan tiga menu utama yakni irish beef stewed; braised beef stew with guinness foreign extra stout; BBQ-ed guinness foreign extra stout marinated chicken; serta guinness foreign extra stout vanilla sebagai hidangan penutup.
”Kami akan menggelitik lidah Anda dengan menu spesial, yaitu lima macam hidangan yang mengombinasikan bahan-bahan segar dengan Guinness Extra Stout. Semua hidangan bakal dikombinasikan dengan Guinness Stout,” kata Wine Director Decanter Wine House Yohan Handoyo.
Menurut Yohan, setiap masakan dikombinasikan dengan Guinness Stout yang disajikan dengan cara benar serta temperatur yang tepat untuk mendapatkan cita rasa makanan yang tak terlupakan. ”Sebenarnya tidak harus dimasak sedemikian rupa, karena rasa Guinness Stout saja sudah nikmat,” katanya.
Mussel braised in guinness foreign extra stout adalah kerang hijau besar yang diracik menggunakan bumbu dapur yang akrab di lidah kita, seperti bawang, daun salam, lada putih, kaldu ayam, garam, yang akan memberi sensasi rasa yang luar biasa dalam makanan. Kerang tersebut, ujar Yohan, direndam terlebih dulu dengan Guinness Stout selama 24 jam sehingga menghasilkan daging yang empuk. ”Dengan direndam Guinness, daging kerang akan memiliki tekstur lebih lembut dan nikmat untuk disantap. Nikmat disantap dengan Guinness yang benar-benar dingin,” terang Yohan.
Bagi pencinta daging, Decanter menyediakan olahan istimewa yang pasti belum pernah Anda dapatkan di mana pun yang diolah menggunakan Guinness. Ada dua pilihan menu yang disiapkan, yaitu irish beef stewed yang merupakan penggabungan Irish beef favorit Anda dengan kentang, wortel, dan seledri. Ada lagi braised beef stew with guinness foreign extra stout yang menyisipkan saus demiglace sebagai bumbu pelengkap yang memberikan cita rasa berbeda.
Sementara bagi pencinta ayam, tersedia hidangan penuh kejutan BBQ-ed guinness foreign extra stout marinated chicken yang dimasak dengan mencampur bumbu dasar seperti gula pasir, lemon juice, tabasco, minyak goreng, garam, dan lada dengan Guinness. Racikan bumbu inilah yang nanti akan membalut ayam tanpa tulang tersebut sebelum dibakar.
Dengan saus karamel yang dipadukan dengan Guinness, Anda bakal menemukan sajian lezat yang bisa menjadi pilihan tepat saat menikmati makan malam. Tidak hanya itu, Decanter juga memiliki menu lain yaitu roast rack of lamb with guinness foreign extra stout mustard sauce. Pengalaman menikmati daging domba tidak pernah semenarik ini, di mana chef Decanter telah meramunya dengan Guinness sehingga membuat daging domba begitu empuk.
Sebagai hidangan penutup, tersedia guinness foreign extra stout vanilla, yaitu sajian manis paduan antara es krim vanila dengan Guinness pada temperatur tertentu. Hal itu untuk memberikan rasa manis yang sempurna bagi lidah penikmat kuliner.
Yohan mengakui, inspirasi menu racikannya berasal dari internet serta informasi teman sejawat di luar negeri yang sudah terlebih dulu mengombinasikan bir hitam itu dengan beragam jenis makanan. Di Irlandia, minuman ini sangat dekat bahkan bisa dikatakan telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat di sana.
Technical Advisor Guinness Indonesia John Galvin mengatakan, selama lebih dari 250 tahun lalu ketika Arthur Guinness menandatangani kontrak kerja sama dengan 1.759 pabrik bir St. James’s di Dublin, Guinness telah mempertahankan kesegaran dan warna untuk memberikan rasa yang sama seperti pertama kali dibuat. Berdasarkan kualitas tinggi, lanjut dia, stout yang pertama kali melakukan ekspansi setelah sepuluh tahun sejak pertama kali dibuat ini telah diproduksi di hampir 50 negara dan dipasarkan ke lebih dari 150 negara di seluruh dunia. Guinness memiliki sembilan langkah kunci dalam proses pembuatan yang menjadikan rasanya berbeda dari yang lain.
Pemilihan bahan, proses penggilingan, pemisahan, perebusan, fermentasi, pematangan, serta pengemasan dilakukan secara teliti dan saksama untuk mencapai kenikmatan dari Guinness. ”Ekspansi Guinness tidak hanya terbatas pada keberadaannya di seluruh dunia, tapi juga berbagai cara untuk menikmati the magic black stuff yang ternyata bisa memanjakan selera makan Anda,” urai Galvin.
Karena itu, lanjut Galvin, pihaknya ingin berbagi pengalaman yang sama dengan masyarakat Indonesia, khususnya para pencinta Guinness, sebagaimana orang di seluruh dunia yang menikmatinya. Ternyata Guinness bukan sekadar minuman di dalam kemasan atau botol, melainkan juga bisa dijadikan bumbu masakan berkelas dunia.
Decanter Wine House telah menjadi salah satu tempat paling elegan dan prestisius untuk menikmati wine and dine. Bagi Decanter, wine adalah sebuah tradisi. Mengambil lokasi di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, yang merupakan pusat bisnis di Ibu Kota dengan suasana teras indoor dan lounge yang nyaman, Decanter memberi pilihan sempurna untuk melepaskan penat.
Dilengkapi dengan tim chef yang kaya pengalaman, Decanter menjanjikan pilihan wine and food pairing terbaik yang pernah ada di Jakarta. Apalagi semenjak makanan dengan sentuhan Guinness Stout diluncurkan, Decanter tentu bakal makin digandrungi para pencinta kuliner.
(Koran SI/Koran SI/tty)
