Gepuk daging kelinci (Foto: Gin Gin Tigin Ginulur/okezone)
GEPUK biasanya dibuat dari daging sapi. Namun Resto Kelinci di Jalan Tubagus Ismail, Bandung, menawarkan gepuk yang berbeda. Resto itu meracik gepuk kelinci yang tak kalah enak dengan daging sapi.
"Biasanya gepuk itu dibuat dari daging sapi. Baru sekarang ada gepuk dari daging kelinci,” kata pengelola Resto Kelinci, Khairul Anam (50).
Dia menambahkan, bumbu-bumbu untuk gepuk tersebut tak jauh berbeda dengan gepuk dari daging sapi. Setelah bumbu selesai diracik, baru daging kelinci dimasukkan dan digoreng. Baru setelah digoreng, gepuk kelinci disajikan dengan taburan bawang goreng.
Menurut Khairul, tekstur gepuk kelinci seratnya lebih halus sehingga agak sulit dibelah. Namun, rasanya tidak jauh beda dengan gepuk daging sapi, meski lebih basah. Satu porsi gepuk kelinci dijual Rp7.500.
”Selain gepuk, di sini ada juga menu lainnya seperti rendang kelinci, rica-rica kelinci, tongseng kelinci, bistik kelinci, nasi goreng kelinci, dan sate kelinci,” kata Khairul.
Dari semua menu kelinci yang ditawarkan di Resto Kelinci, yang paling mahal adalah sate kelinci. Harganya Rp15 ribu. Sementara menu favorit di antaranya rendang, rica-rica dan tongseng.
”Resto ini biasanya mulai ramai dikunjungi menjelang sore hingga malam hari. Rata-rata pengunjungnya mahasiswa,” pungkas Khairul.
Menu-menu di Resto Kelinci memang memanfaatkan semua bagian kelinci. Bahkan, bagian kulit kelinci juga tidak dibuang, namun dijadikan soto kikil kelinci.
Selain serba kelinci, resto yang baru setengah tahun berjalan ini juga satu tempat dengan Sushi Hum. Di sana, ditawarkan pula makanan Jepang yang dimodifikasi dengan kelinci.
(tty)
"Biasanya gepuk itu dibuat dari daging sapi. Baru sekarang ada gepuk dari daging kelinci,” kata pengelola Resto Kelinci, Khairul Anam (50).
Dia menambahkan, bumbu-bumbu untuk gepuk tersebut tak jauh berbeda dengan gepuk dari daging sapi. Setelah bumbu selesai diracik, baru daging kelinci dimasukkan dan digoreng. Baru setelah digoreng, gepuk kelinci disajikan dengan taburan bawang goreng.
Menurut Khairul, tekstur gepuk kelinci seratnya lebih halus sehingga agak sulit dibelah. Namun, rasanya tidak jauh beda dengan gepuk daging sapi, meski lebih basah. Satu porsi gepuk kelinci dijual Rp7.500.
”Selain gepuk, di sini ada juga menu lainnya seperti rendang kelinci, rica-rica kelinci, tongseng kelinci, bistik kelinci, nasi goreng kelinci, dan sate kelinci,” kata Khairul.
Dari semua menu kelinci yang ditawarkan di Resto Kelinci, yang paling mahal adalah sate kelinci. Harganya Rp15 ribu. Sementara menu favorit di antaranya rendang, rica-rica dan tongseng.
”Resto ini biasanya mulai ramai dikunjungi menjelang sore hingga malam hari. Rata-rata pengunjungnya mahasiswa,” pungkas Khairul.
Menu-menu di Resto Kelinci memang memanfaatkan semua bagian kelinci. Bahkan, bagian kulit kelinci juga tidak dibuang, namun dijadikan soto kikil kelinci.
Selain serba kelinci, resto yang baru setengah tahun berjalan ini juga satu tempat dengan Sushi Hum. Di sana, ditawarkan pula makanan Jepang yang dimodifikasi dengan kelinci.
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
