Cita Rasa Eropa di Cafe Bon Francais
Rabu, 10 Maret 2010
13:54 wib
Koran SI - Koran SI
Fettucini, salah satu menu favorit di Cafe Bon Francais. (Foto: google)
MENU utama bergaya Eropa identik dengan penggunaan saus dan pasta. Hidangan ini cukup familier bagi lidah orang Indonesia jika diolah dengan kreativitas yang tinggi.
Salah satu tempat makan yang menawarkan menu bercita rasa Eropa adalah Café Bon Francais. Nama kafe ini mungkin belum familier di telinga Anda. Tapi bila yang disebut adalah Café Oh La La, pasti para pencinta kuliner sudah cukup kenal. Ya,Café Bon Francais adalah nama baru buat Café Oh La La.
Cafe Bon Francais memiliki suasana yang tenang dan nyaman yang terletak di mal Senayan City, Jakarta Selatan. Atmosfer yang dimunculkan akan membuat siapa pun betah nongkrong di sini.
”Kita sering datang ke sini untuk nongkrong, kumpul sama teman- teman, atau ngobrol-ngobrol,” ujar Evelyn Indira, salah seorang pengunjung Cafe Bon Francais yang tiap akhir pekan selalu menyambangi kafe ini.
Cafe Bon Francais atau yang sebelumnya bernama Café Oh La La didirikan sudah cukup lama. Hanya, pada 6 Februari lalu nama Oh La La berubah menjadi Bon Francais.
”Delapan gerai Cafe Oh La La telah berganti nama menjadi Cafe Bon Francais, salah satunya yang berada di sini,” tandas Operational Manager Cafe Bon Francais Yanwar Rio Tirta dari gerai cabang Senayan City. Kedelapan cabang yang telah berganti nama itu, selain di Senayan City, juga berlokasi di Grand Indonesia, Pacific Place, Mal Taman Anggrek, Central Park, Mal Puri Indah, Point Square, dan Rumah Sakit Pelni Petamburan.
Menurut Rio, kafe yang memiliki image sebagai tempat nongkrong ini mengusung konsep tempat makan seperti yang terdapat di kafe-kafe pinggir jalan di Prancis. Suasananya sangat santai dengan tempat duduk sofa yang trendi.
”Cafe Bon Francais merupakan kafe waralaba dari Prancis. Maka, tidak heran jika konsep dan menu-menu yang ada di sini semua dibuat ala Prancis,” kata Rio.
Menu yang tersedia di Cafe Bon Francais, di antaranya croissant, zupa soup, dan fettucini. Rio mengatakan, croissant alias roti berbentuk bulan sabit yang adonannya sedikit berbeda dengan adonan roti kebanyakan itu cukup difavoritkan oleh pengunjung, terutama yang rasa tuna. Kelembutan pastry khas Prancis ini akan semakin nikmat jika disantap selagi panas dan dipadukan dengan aneka kopi ataupun teh.
Masakan Prancis bisa dikatakan identik dengan pengolahan yang serba creamy. Seperti dapat ditemui pada menu pasta jenis fettucini. Di Cafe Bon Francais, menu berbahan dasar fettucini yang menjadi favorit ialah fettucini beef. Rasa krim yang bercampur keju, daging asap, dan jamur kancing itu terasa istimewa jika dipadukan dengan saus khas ala Cafe Bon Francais.
”Beef fettucini merupakan menu utama dan menjadi best seller di sini,” tandas Rio. Fettucini merupakan jenis pasta yang memiliki nama lain tagliatelli dan merupakan salah satu pasta khas Bologna, Italia. Bentuknya tipis dengan lebar sekitar 6 mm.
Dari deretan appetizer, tersedia menu zupa soup yang di Cafe Bon Francais dinamai dengan soup feulette. Menu ini menyajikan sup krim dengan campuran ayam dan jamur. Yang tak ketinggalan dan menjadi ciri khas zupa soup adalah penggunaan puff yang selalu dibuat hingga menutupi seluruh wadah sup.
”Sup yang disajikan selalu fresh. Sebab, puff yang dibuat harus dalam keadaan hangat pada saat disajikan dan ini juga membuat tampilannya tetap cantik,” ujar Rio.
Adapun menu minuman yang patut dicoba di Cafe Bon Francais adalah ice blue ocean dengan rasa yang menyegarkan, atau minuman berbahan dasar kopi yakni mocca ice blend. (ftr)