Masakan Thailand, Indonesia, hingga Western
Kamis, 11 Maret 2010
17:09 wib
Koran SI - Koran SI
Menu unggulan BCC, kopi luwak disebut unggul, karena rasa kopi luwak ala BCC berbeda dibandingkan kopi sejenis yang dijual di coffee shop ataupun resto lain. (Foto: google)
KEBERAGAMAN makanan dan minuman menjadi keunggulan Black Canyon Coffee (BCC) dibandingkan coffee shop lain di Indonesia.
Di gerai cabang Mall of Indonesia (MOI) saja, ada sedikitnya 137 item menu, ditambah 14 menu istimewa yang merupakan kreasi chef BCC MOI sendiri. Meski berasal dari Thailand, BCC tak melulu menyediakan menu khas negara yang dulu bernama Muangthai itu.
”Di sini kami juga menyediakan masakan Western dan Indonesia,” ujar Operational Manager BCC MOI Zainal Arifin.
Secara garis besar, menu makanan di BCC MOI terbagi atas ”kategori” sup, salad, appetizer, fusion food (pasta), steak, sandwich, noodle, dessert, Indonesian favorite, dan individual favorite rice dishes. Sementara, menu asli Thailand yang bisa Anda cicipi antara lain tom yum gai (thai tom yum soup with chicken), tom yum goong (thai tom yum soup with prawn), gaeng kiew whaan gai (chicken green curry), pad thai (fried rice noodle with prawn), dan rad na talay (stirfried rice noodle with seafood in thick gravy).
Jika Anda berkesempatan datang ke BCC, khususnya yang ada di MOI, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi menu devil canyon steak. Selain karena rasanya lezat, proses penyajian menu satu ini juga unik.
”Jadi, tiap kali ada yang memesan devil canyon steak, kami akan melakukan show kecil. Daging sirloin dimasak di atas troli di depan si pemesan, lalu chef kami bakal menggunakan metode flambe, yakni daging sirloin disiram dengan wine sehingga muncul api di atasnya,” papar Zainal.
Ada lagi menu unggulan di sini, yakni kopi luwak. Disebut unggul, karena rasa kopi luwak ala BCC berbeda dibandingkan kopi sejenis yang dijual di coffee shop ataupun resto lain.
”Yang membuat beda karena di sini kami menggunakan luwak liar, bukan luwak yang memang sengaja dipelihara,” imbuh Zainal, seraya mengatakan bahwa hewan luwak si pemakan biji kopi umumnya hidup di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Yang tak kalah nikmat adalah minuman bernama black canyon ice coffee. Kopi ini terasa nikmat karena dipadu dengan granule yang masih jarang diproduksi di Indonesia sehingga harus diimpor. Begitu juga daging yang digunakan untuk steak, semua masih impor. Sama halnya dengan basic sauce yang digunakan, yang masih harus dikirim dari Thailand.
”Kami memiliki 11 jenis saus dan tiga dressing. Untuk saus jenisnya antara lain tom yum, green curry, pad thai, sabatcho, dan sweet and sour. Sementara dressing-nya adalah thousand island, chili lime, serta salad cream,” sebut Zainal.
Di ”kategori” pasta, kita bakal menemukan menu fusion, perpaduan antara masakan Eropa dan Thailand. Cicipi saja pasta with chicken green curry, atau jika ingin yang lebih pedas, pilih pasta in spicy chicken tom yum soup. Adapun menu spesial di sini terdiri atas mixed salad with tuna pesto, thai fruit salad, beef spring roll, chicken cordon bleu,sensational fruits & salmon salad, iga bakar, lamb chop with rice, devil canyon steak, broccoli angle, pavlova, black canyon pancake,dan fried ice cream. Anda berminat mencicipi?
(ftr)