CLOVER Palace menyuguhkan sensasi bersantap yang berbeda dari tempat makan lain. Restoran ini menyajikan hidangan yang merupakan perpaduan cita rasa China dan Jepang. Seperti apa?
Bertempat di Central Park, Jakarta, usia Clover Palace boleh dibilang masih seumur jagung. Maklum, restoran ini baru dibuka pada Februari lalu, bertepatan dengan hari kasih sayang. Namun, restoran ini sudah mendapatkan tempat di hati para pelanggannya. Konsep interior berdesain minimalis dengan suasana khas China menjadi daya tarik. Uniknya lagi, sentuhan modern juga terlihat kental pada restoran ini.
Hal itu bisa terlihat dari penataan lampu dan cahaya yang dramatis. Di dindingnya diletakkan ornamen bambu yang semakin membuat suasana China begitu terasa. Terlebih lagi dengan adanya akuarium berisi ikan hias. Ada pula akuarium yang berisi berbagai ikan yang siap diolah. Ada ikan nila, kerapu, bawal, hingga ikan malas.
Kendati didominasi nuansa China, Clover Palace sejatinya merupakan perpaduan antara cita rasa China dan Jepang. Hal ini terlihat dari sajian menu yang ditawarkan. Menurut General Manager Clover Palace Surjanto Bsc, masakan Jepang terkenal akan hidangannya yang sehat karena menggunakan bahan-bahan yang masih segar. Makanya, restoran ini pun menyajikan masakan tersebut. Alasan lain, karena masakan Jepang kaya akan protein.
Karena mengusung masakan sehat, Clover Palace menjamin sayuran yang disajikan seluruhnya bebas pestisida. Dan yang lebih penting lagi, tidak seperti restoran China kebanyakan, makanan yang disajikan pun dijamin halal. ”Daging babi atau minyak babi mengandung kolesterol yang tinggi, makanya tidak kami sajikan karena ingin mengangkat sajian sehat,” tutur pria yang akrab disapa Yanto itu.
Kombinasi menarik antara hidangan China dan Jepang bisa dilihat dari menu pembuka. Seperti ubur-ubur dengan salmon, daging bebek, dan kerang sashimi. Ubur-ubur biasa ditemukan di restoran China, sedangkan sashimi sudah pasti milik restoran Jepang. Ada pula lumpia goreng
seafood dan aneka sup yang cocok disantap untuk membuka selera.
Menu lain yang cukup menarik adalah sup sirip ikan hiu. Nah, di sini menu tersebut dihadirkan begitu spesial dan berbeda dengan sup hiu dari restoran lain. ”Untuk siripnya, biar empuk kami masak selama enam jam,” tutur Yanto. Hasilnya, daging menjadi kenyal layaknya agar. Coba saja sendiri agar lebih jelas seperti apa rasa yang ditawarkan semangkuk sup ini.
Tak hanya itu, masih ada menu lezat lain yakni sarang burung walet. Hidangan ini memang biasa ditemukan di rumah makan China, tapi yang menjadi tidak biasa adalah cara penyajiannya. Makanan disajikan dalam sebuah kelapa muda, lengkap dengan air kelapanya yang masih segar. Agar tubuh terasa hangat, di dalam kelapa juga diberikan jahe.
Hasil modifikasi restoran ini diyakini mampu memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Seperti diketahui, kelapa muda berkhasiat membersihkan toksin dari tubuh, mencegah panas dalam, dan masih banyak sederet khasiat lain.
Masih seputar sup, ada juga sup ayam obat China yang berisi rempah- rempah yang menghangatkan tubuh plus ginseng. Sup de tour mungkin yang paling terkenal di antara hidangan sup yang ada di restoran ini. Sup ini berisi dedaunan China yang memiliki khasiat, khususnya bagi kaum pria. ”Misalnya untuk keperkasaan dan penolak masuk angin. Makanya, sup ini kami anjurkan bagi pria saja,” ujar Yanto.
Bersantap di restoran China belum lengkap tanpa hidangan lautnya. Clover Palace menyajikan beberapa pilihan. Ada lobster panggang keju, lobsternya boleh dipilih yang lokal atau impor. Menurut Yanto, lobster impor memiliki daging yang lebih tebal dan lezat. Namun, masih agak sulit untuk menemukan lobster impor ini.
Hidangan kepiting juga tidak kalah istimewa. Sang
chef memberikan sentuhan Jepang pada makanan yang satu ini. Sebut saja dengan kepiting goreng saus teriyaki. Namun, yang dijagokan adalah kepiting goreng telur asin. Boleh juga mencoba kepiting pedas ala Singapura.
Hidangan udang juga tak lepas dari sentuhan Negeri Sakura. Udang goreng dengan saus teriyaki, misalnya. Selebihnya olahan udang sama dengan olahan pada kepiting. Mau ikan juga ada, sebut saja ikan kerapu, gurame, dan nila. Yang masih terdengar asing mungkin ikan malas.
Daging ikan ini sangat empuk, bahkan diangkat dengan sumpit sekalipun bisa langsung hancur. Kebanyakan pengunjung memfavoritkan ikan kerapu. Olahan ikan pun umumnya lebih disukai ditim atau digoreng. Untuk menyantapnya, bisa ditemani dengan saus thai atau saus mangga yang terasa asam.
Di tangan para chef andal dari Clover Palace,daging bebek terasa sangat spesial. Bagaimana tidak, daging yang disajikan lebih tipis dan tanpa minyak yang melekat. Tidak heran sajian bebek laris manis dipesan pengunjung. Apalagi bebek mabuk yang dibakar dengan anggur merah dan sedikit sake.
Ingin hidangan Jepang yang lain juga ada, misalnya sukiyaki. Di sini sukiyaki dimasak dengan tambahan baso dan saus bercita rasa khas masakan China. Beda dari restoran Jepang lain, bukan?
Bagi penyuka dimsum, tidak salah bertandang ke sini. Apalagi dengan adanya tawaran yang menggiurkan. Hanya dengan Rp49.000, Anda dapat makan dimsumsepuasnya, mulai Senin-Sabtu pukul 09.00-17.00 WIB. Rasanya sayang bila dilewatkan.
(tty)