Oh La La Cafe (Foto: wordspress)
KAFE dengan luas bangunan kurang lebih 114 meter persegi ini mencoba menerapkan konsep terbuka. Walaupun berada di kawasan mal, Cafe Oh La La tak lantas dibangun dengan fokus ruangannya saja.
Apalagi segmen pasar Oh La La cukup beragam. Terkadang yang datang tidak hanya kalangan keluarga, tapi juga anak muda dan para pebisnis.
”Malah kafe ini suka dijadikan tempat pertemuan ataupun janjian,” ujar General Manager Cafe Oh La La Riesma Anwar.
Jika dilihat dari luar, kafe berkapasitas 76 tempat duduk ini memang minimalis. Namun, setelah ditelusuri hingga ke dalam,kafe ini terasa sangat nyaman untuk disinggahi.
Tata interior kafe dibuat sedemikian rupa sehingga suasana hiruk-pikuk di luar seolah lenyap manakala pengunjung masuk ke dalam. Berhubung konsep desain Oh La La adalah terbuka, maka ketika makan, pengunjung tetap bisa mengamati pemandangan yang ada di luar kafe.
Menurut Riesma, konsep terbuka mampu memberi kesan yang berbeda pada Oh La La dibandingkan dengan kafe lainnya.
Sebagai contoh, pelanggan yang sedang menikmati hidangan bisa saja bertemu teman lama tanpa sengaja di sini.Kebetulan lagi Oh La La berada di kawasan sky walk mall sehingga pelanggan dapat melihat suasana di luar mal melalui jendela sambil menikmati hidangan.
Selain itu, pengunjung kafe ini kerap dimanjakan dengan berbagai fasilitas lain, seperti Wi-Fi dan TV kabel gratis.
”Jadi, pengunjung yang ingin membawa laptop dan menikmati fasilitas gratis, bisa datang ke sini. Atau Anda yang ingin sekadar hang out bersama teman, bahkan ingin mengadakan arisan, dapat pula dilakukan di kafe ini,” papar Riesma.
Hal yang sama diungkapkan Supervisor Cafe Oh La La Jamaludin atau akrab dipanggil Jamal.
”Kami memang berbeda dari kafe lain yang cenderung mengutamakan area di dalam ruangan. Kafe ini mengusung konsep terbuka, jadi lebih tidak formal. Tujuannya supaya pengunjung bisa menyaksikan view di luar sekaligus melihat orang-orang yang melewati kafe,” beber Jamal.
(Koran SI/Koran SI/nsa)
