Getting Time...
OKEFOOD | MakanYuk

Olahan Bebek Aneka Rasa

Rabu, 17 Maret 2010 16:44 wib
Koran SI - Koran SI
detail berita
Sapo batu bebek tumis dengan nanas dan kari (Foto: Eko Purwanto/SI)
PENCINTA daging bebek pasti tidak asing dengan keberadaan Restoran Red Duck yang terkenal berkat olahan daging bebek aneka rasa. Selain daging bebek, menu seafood di tempat ini juga berbeda dan istimewa.

Di buka sejak dua tahun lalu di FX Senayan, Jakarta, Red Duck mengusung konsep Chinese food, tetapi dengan penyajian dan nuansa yang berbeda. Meski aroma persaingan banyak tercium di tempat makan kategori ini, Red Duck tidak gentar.

Tak heran, Red Duck dari hari ke hari semakin dibanjiri pengunjung. Itu tidak terlepas dari nuansa dan penataan interior restoran yang mengambil gaya minimalis modern yang membuat nyaman dan betah. Tamu menjadi rela berlama-lama di tempat ini sambil menikmati sajian penuh selera.

”Penataan ruang memang kami pilih yang minimalis dan modern sehingga tamu nyaman bersantap di sini, dengan bangku dan meja kayu yang membuat betah. Kami juga punya tempat yang menggunakan kelambu agar berkesan romantis,” kata Manager Restoran Red Duck Puryanto.

Dari dalam ruangan, Puryanto menyebutkan, kita juga bisa menikmati view indah dan segar di lapangan softball Senayan karena dinding restoran menggunakan kaca tembus pandang. ”Kalau sore dan malam, pemandangannya indah banget karena memperlihatkan atmosfer jalanan Kota Jakarta dengan lampu warna-warni,” tuturnya.

Red Duck yang masih satu manajemen dengan restoran seafood terkenal Tian Xi, menempati area luas di lantai 4 mal berkonsep gaya hidup, FX, yang telah menjelma menjadi pusat gaul anak muda hanya dalam tempo singkat. Tidak heran, Puryanto menyebutkan, pihaknya tidak perlu susah payah menjaring konsumen karena letak restorannya strategis dan mudah dijangkau. Segala lapisan masyarakat dari berbagai kalangan mulai remaja, kaum ibu, eksekutif muda, hingga keluarga dan anak-anak menjadi pelanggan tetap restoran berkapasitas 158 orang ini.

”Tempatnya strategis, jadi yang datang ke Red Duck bervariasi, dari semua kalangan ada. Harga menu kami juga relatif terjangkau, jadi tidak hanya kalangan atas yang makan di sini, menengah dan bawah pun bisa,”sebutnya. Apalagi saat Sabtu, Minggu, dan hari libur, Red Duck banyak dipilih sebagai tempat bersantap keluarga dalam menghabiskan waktu bersama. Jumlah pengunjungnya bisa mencapai lebih dari 500 orang. Untuk hari biasa, restoran ini dikunjungi rata-rata 200 orang.

Selain tempat duduk reguler, Red Duck juga menyediakan VIP room berkapasitas 12 orang yang dapat digunakan untuk menjamu keluarga ataupun rekan bisnis secara privat. Di sini disediakan fasilitas, antara lain karaoke dan TV kabel. Untuk memesan ruangan ini, pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis.

”Ruang VIP kami sediakan bagi yang ingin menikmati hidangan tanpa terlihat tamu lain, lebih privat. Saat memesan memang tidak dipungut biaya, tapi kami menerapkan minimum order bagi yang ingin makan di sini, yaitu Rp1,5 juta,” kata Puryanto.

Puryanto juga menjelaskan, meskipun makanan yang disediakan Red Duck mayoritas Chinese food, bukan hanya orang keturunan Tionghoa yang suka bersantap di sini. Warga pribumi dan kalangan ekspatriat pun menyukai hidangan yang disajikan Red Duck. ”Bule dari berbagai negara juga makan di sini, tapi kebanyakan orang Jepang,” ucapnya.

Sesuai namanya, Red Duck mengedepankan makanan berbahan baku daging bebek. Salah satunya menu bebek herbal, yaitu bebek panggang spesial yang dipadukan dengan bumbu herbal langka. Anda bisa memilih menggunakan angelica herb atau ginseng herb. Keduanya memiliki aroma dan cita rasa yang hampir sama, yaitu wangi dan menyegarkan tubuh. Apalagi penggunaan bebek impor yang diolah secara istimewa menjadikan daging bebek empuk dan lembut di lidah. Makanan ini sejak lama diketahui memiliki nutrisi yang baik yang tentu saja berkhasiat bagi kesehatan.

”Bebek herbal sejak zaman dahulu dipercaya berkhasiat untuk kesehatan, terutama menyegarkan dan menambah stamina tubuh bagi orang yang mengonsumsinya. Karena itu, bebek herbal menjadi salah satu makanan favorit di sini karena rasanya unik,” kata Puryanto.

Bebek herbal telah ada sejak zaman kekaisaran China, tepatnya pada masa Dinasti Yuan. Sejarahnya, menu bebek panggang merupakan menu khusus anggota kerajaan. Awalnya menu tersebut merupakan hasil olahan seorang pelayan (xiao er) yang bekerja di sebuah restoran bebek panggang. Si pelayan ingin membantu penyembuhan majikannya yang sakit parah. Dia lalu membuat menu bebek herbal dan ternyata berhasil membuat sang majikan kembali sehat. Sejak itulah masakan bebek herbal banyak disajikan di berbagai restoran di China, kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Di samping bebek herbal, sajian lain adalah bebek peking, yaitu daging bebek yang dipotong slice lalu digulung seperti roll. Untuk penyajiannya, daging bebek dapat dibumbui sesuai selera. Ada dengan lettuce, daun bawang dan jahe, lada hitam, saus kung pao, sayuran, dan saus tausi.

Untuk makanan dari bebek tersedia juga bebek panggang ala pipa, bebek aromatik, bebek rebus ala teo chew, kombinasi bebek rebus dan tahu ala teo chew, serta bebek panggang (roast duck). Bebek juga dapat dimasak menggunakan sapo batu yang ditumis bersama nanas dan kari.

Untuk penggunaan sapo batu ini, hidangan lain juga disediakan di antaranya ikan lele dengan saus pedas, ayam tumis dengan ikan asin,ikan iris dengan saus kari, dan kepala ikan goreng dengan cabai rawit. Red Duck tidak melulu menyajikan bebek karena seafood aneka rasa juga tersedia di sini.
(tty)

Berita Terkait : Makan Yuk

Beri komentar

FAVORIT CELEB

 
 

Lifestyle

Wow, Mayangsari Pesan Gaun Enam Kali dalam Sebulan
Padatnya acara yang harus dilakukan membuat Mayangsari perlu memersiapkan penampilannya semaksimal mungkin. Tak heran dalam sebulan, wanita cantik ini bisa enam kali pesan baju kepada desainer langganannya.

Celebrity

Dituduh Kejar Harta Warisan, Ibu Ade Namnung Bicara
Masalah harta warisan Ade Namnung terus berlanjut. Ibunda Ade, Hariningsih berencana menggelar jumpa pers terkait tuduhan yang menyebut dirinya mencoba mengambil alih harta peninggalan komedian bertubuh tambun itu.

Travel

Film Hollywood "I, Alex Cross" Angkat Pamor Pantai Jasri
Satu lagi film produksi Hollywood akan mengambil lokasi syuting di Indonesia. Film bergenre thriller ini syuting di Pantai Jasri, Karangasem, Bali. Yuk, simak pesona keindahannya.