UNTUK memanjakan lidah masyarakat Indonesia, restoran beef bowl ternama di Jepang, Yoshinoya, telah membuka cabangnya di Jakarta. Ayo, segera mencicipi dan memburu masakan ini sebelum didului orang lain!
Yoshinoya adalah ”Quick Service Restaurant” atau restoran cepat saji dari Jepang yang telah berdiri sejak 1899. Toko pertama mereka berlokasi di Tsukiji Fish Market, yang merupakan tempat tujuan wisata cukup terkenal di Tokyo dan masih melayani pelanggan setia sampai saat ini.
Beef bowl atau di sana disebut juga
gyu don, adalah makanan Jepang jenis
donburi. Biasanya berupa semangkuk nasi putih yang di atasnya diletakkan irisan daging sapi bagian perut dan bawang bombai yang sudah dimasak dengan kecap asin dan gula. Sebagai penyedap, sering ditambahkan asinan jahe (
benishoga), campuran rempah dan cabai yang disebut
shichimi atau telur ayam mentah, sesuai selera.
Cikal bakal
gyu don sudah ada sejak zaman Meiji yang disebut
gyumeshi, berupa semangkuk nasi yang ditaburi irisan daging sisa
gyunabe (daging sapi yang dimasak dengan kecap asin dan gula). Pada waktu itu, orang Jepang sering mendengar orang asing memanggil anjingnya, ”Come (here)”.
Namun, menurut pendengaran orang Jepang, ”come” terdengar seperti ”kame”; dan orang asing tersebut disangka sedang memanggil anjing yang bernama Kame. Dari nama anjing bernama Kame, konon lahir sebutan
kamechabu, chabu (makanan) untuk si
Kame berupa nasi dicampur sisa-sisa
gyunabe yang tidak habis dimakan.
Sementara itu, Yoshinoya yang membuka cabang dengan sistem waralaba memopulerkan
gyu don sebagai makanan rakyat pada paruh kedua tahun 1970-an. Makanan serupa juga dihidangkan dengan nama
gyumeshi oleh restoran waralaba lain seperti Yoronotaki, Matsuya, Sukiya, dan Kobe Ranputei.
Di Jepang, penyajian
gyu don di Restoran Yoshinoya mengenal dua istilah, yaitu
tsuyudaku dan
negidaku. Tsuyudaku berarti nasi yang diberi kuah daging, sedangkan
negidaku berarti nasi yang diberi bawang bombai. Di Negeri Sakura itu, Yoshinoya telah memiliki toko hingga 1.000 buah. Tidak heran, restoran ini merupakan penyedia nomor satu sekaligus pelopor
beef bowl di sana.
Tempat makan ini bisa menjual lebih dari 200 juta porsi
beef bowl setahun. Kini cabangnya telah merambah hingga 1.400 gerai di berbagai kota besar di seluruh dunia, seperti Los Angeles, Las Vegas, New York, Hong Kong, Shanghai, Beijing, Singapura, dan Bangkok.
Sejak 25 Juni lalu, Yoshinoya secara resmi membuka gerainya yang pertama di Indonesia, tepatnya berada di Grand Indonesia Shopping Town, Area Fountain, West Mall Level 3A-17, Jakarta Pusat. Di Tanah Air, restoran ini dikelola PT Multirasa Nusantara.
Menurut Marketing Manager PT Multirasa Nusantara Dora Armysari, sejak kemunculan perdananya di Jakarta, Yoshinoya sudah sangat diminati. Antrean panjang para penikmat hidangan ini terlihat tak kenal waktu. Ini tentu saja tidak terlepas dari kebesaran nama restoran ini di tempat asalnya.
”Sejak resmi dibuka, saya lihat antrean pengunjung di restoran kami selalu panjang dan terus mengular sepanjang hari. Kemungkinan memang banyak yang sudah mencicipi masakan Yoshinoya di Jepang waktu kuliah atau kerja di sana atau mungkin di negara lain, makanya rindu dan ingin menikmatinya di sini,” kata Dora.
Menurut Dora, para tamu di restoran bernuansa oranye ini hampir datang dari semua kalangan mulai anak sekolah, ibu rumah tangga, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga keluarga muda. Mereka terlihat rela menunggu lama untuk sekadar mencicipi hidangan lezat di Yoshinoya.
”Tetapi karena tempatnya di Grand Indonesia, memang yang datang banyak dari kalangan menengah dan atas, terutama karyawan kantoran, namun
basic-nya semua kalangan suka dengan
beef bowl. Bahkan, ada yang rela dari Bekasi makan di sini,” imbuh Dora.
Dora menuturkan memang banyak pengunjung yang komplain kepada dirinya karena pelayanan di tempatnya tidak secepat restoran siap saji lainnya. Namun, dia menjelaskan hal itu karena masakan
beef bowl langsung diracik saat itu juga ketika tamu memesan. Dengan begitu, kesegaran dan kehangatannya bisa terjaga.
Meski begitu, lanjut dia, penggemar
beef bowl di Indonesia ternyata tetap saja banyak. Hal ini tentu mengejutkan. Rasa yang pas di lidah dan dengan dukungan suasana, pelayanan, serta tempat makan yang nyaman, adalah sejumlah faktor yang menjadi daya tarik restoran dengan moto ”Tasty, Low-priced and Quick” ini begitu diburu penikmat kuliner.
”Saya lihat, meskipun bukan jam makan, pengunjung terus berdatangan. Rasanya senang sekali, ternyata Yoshinoya banyak pencintanya. Semoga bisa berlanjut terus dan tidak ada yang melayangkan keluhan dengan pelayanan yang sudah kami berikan,” kata Dora.
(tty)