Sensasi Ragam Soto Nusantara
Sabtu, 17 Juli 2010
16:16 wib
Koran SI -
Koran SI
Plasa Soto Nusantara (Foto: Ist)
LAPAR saat melaju di tol Jagorawi? Singgahlah dulu di Plasa Soto Nusantara, yang berada di rest area di tol Jagorawi. Belasan soto Nusantara dari berbagai daerah akan mengobati rasa lapar Anda.
Soto, siapa yang tidak menyukai makanan tradisional yang satu ini. Makanan berkuah tersebut dapat dinikmati kapan saja. Baik pada pagi hari, siang, ataupun malam hari, bahkan cocok juga untuk sekadar kudapan tanpa dikonsumsi dengan nasi.
Menikmati soto bukan saja enak dengan nasi, tetapi pas juga disantap dengan buras misalnya untuk soto banjar, atau ketupat. Tak heran soto amat populer di kalangan muda maupun tua. Terlebih lagi hampir di seluruh daerah di Indonesia memiliki soto khas masing-masing.
Sayangnya,untuk menikmati variasi jenis soto cukup terbatas. Pasalnya, pada umumnya restoran hanya menyajikan satu macam soto yang memang menjadi spesialisasinya.
Ambil contoh soto mi, soto padang, ataupun soto kudus. Sangat jarang ditemukan restoran yang menyediakan beberapa macam soto. Di sinilah letak keunikan Plasa Soto Nusantara.
Restoran yang berdiri di rest area bernama Cibubur Square ini mengenalkan 14 macam soto dari berbagai belahan Nusantara. Pengunjung pun dapat bertukar selera. Ada macam-macam soto yang disediakan, sebut saja soto ayam, soto madura, bandung, lamongan, Pekanbaru, banjar, dan coto makassar.
“Masing-masing soto ini mempunyai ciri khas tersendiri. Ada yang pakai santan dan ada yang bening,” ungkap Deviyana Sandy selaku pemilik Plasa Soto Nusantara.
Sandy memang berupaya mempertahankan eksistensi ragam soto Nusantara, mengingat dewasa ini produk-produk makanan dari Barat tengah membombardir.
“Bukan tidak mungkin soto yang menjadi makanan tradisional kita malah tergeser dengan makanan Barat kelak,” katanya.
Di samping menyajikan belasan varian soto, kelebihan lain restoran ini adalah porsi soto yang diberikan bukan paket hemat alias cukup banyak. Hal ini dibenarkan Fanny Sutanto, salah seorang pengunjung. Karyawan swasta yang berdomisili di Bogor ini setiap hari selalu melewati tol Jagorawi untuk mencapai kantornya yang berada di bilangan Kuningan.
“Kebetulan baru sekarang sempat mampir. Ternyata sotonya enak juga dan porsinya lumayan banyak,” beber Fanny.
Fanny dan rekannya, David, mencoba soto kudus dan soto betawi. Menurut keduanya, rasa soto itu pas dengan selera mereka. Restoran tersebut juga dipandang menghadirkan ambiens yang cukup nyaman dengan lokasi yang strategis. Yang membedakan soto ala Plasa Soto Nusantara ini dengan yang lain menurut Fanny, adalah aromanya.
“Aroma sotonya harum bikin semangat makan,” imbuh Fanny.
Dikatakan Sandy, aroma dan rasa soto-soto tersebut pun berbeda. Sebab, banyak menggunakan rempah-rempah pilihan. Untuk bumbu soto, Sandy mengaku didatangkan dari Pekanbaru, pusat restoran ini berada. Soto padang, betawi, coto makassar, bandung, soto mi, soto banjar dan soto lamongan mungkin sudah sering Anda temui.
Namun tahukah Anda soto medan, pekanbaru, madura, soto mi, atau laksa udang? Mari berkenalan lebih dekat. Soto medan terdiri atas bahanbahan campuran ayam suwir ditambah kentang goreng, telur rebus, dan disajikan bersama kuah santan beraroma daun sereh.
Sedangkan soto pekanbaru berisi laksa, daging rebus, taoge, telur, tomat, dan dilengkapi dengan kerupuk emplang serta perkedel. Perkedel dibuat dari ikan patin fillet dan kuahnya sendiri bersantan.
Lain lagi dengan soto madura, sama dengan soto pekanbaru yang menggunakan daging rebus. Daging ini dipotong dadu lalu ditambah kentang rebus, taoge, dan yang membedakannya adalah kuah beraroma daun jeruk.
Soto riau terbuat dari mi sagu, udang, telur, taoge, dan dilengkapi dengan kerupuk emping disantap dengan kuah soto yang bening dan beraroma udang. Terakhir ada laksa udang, kuahnya bersantan dan berwarna kuning dengan aroma udang yang tajam.
Laksa berisi campuran udang, suwiran ayam, daun kemangi, telur rebus, dan emping. Untuk tambahan, pesan saja perkedel agar lebih mengenyangkan. Salah satu menu yang dijagokan adalah soto pekanbaru.
Menurut Sandy, soto ini khusus disediakan atas permintaan dari Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah. Tujuannya agar masyarakat Jakarta khususnya, lebih mengenal soto tersebut. Bosan dengan soto, Anda dapat mencicipi masakan lain untuk menghindari kejenuhan. Pilihannya ada nasi goreng, mi goreng seafood, dan nasi goreng seafood.
Sebagai teman minum sambil menyantap soto, biasanya pengunjung lebih suka memesan teh manis. Namun, tidak terbatas pada teh manis. Ada beberapa pilihan lain minuman.
Di antaranya aneka jus, es lancing kuning, es santan selasih, es cincau hijau, es buah plasa soto, es krim wafer, banana split, dan es campur durian. Es lancing kuning merupakan es khas Pekanbaru. Isinya antara lain buah alpukat, nanas, nata de coco, pepaya, dan campuran soda serta sirup leci dan jeruk. Yang pasti, rasanya segar. (nsa)