Getting Time...
OKEFOOD | Pinggir Jalan

Rasakan 30 Macam Sambal di Waroeng SS

Pasha Ernowo
Jum'at, 12 November 2010 17:25 wib
detail berita
(foto: Pasha Ernowwo)
Jika Anda pecinta pedas belum lengkap rasanya jika belum menyambangi Waroeng Spesial Sambal (SS). Di tempat ini Anda bisa memilih 30 jenis sambal dengan tingkat kepedasan di atas rata-rata.
 
Ada sambal belut, sambal teri, sambal terasi, sambal kecap, sambal ijo, sambal bawang, sambal tomat, sambal terong, sambal bajak, sambal  udang pedas, sampai sambal mangga muda.
 
Beberapa sambal bahkan punya “nama usil.” Seperti sambal belut yang disebut juga sambal smack down, mengingat proses penangkapan belut harus dilakukan dengan tenaga ekstra karena kulitnya yang licin dan susah ditangkap. Sambal bajak punya nama lain Sambal Teroris, sedangkan sambal rempelo ati dinamai juga Sambal Kurang Ajar karena orang yang memakannya bisa disebut “makan hati.”
 
Semua sambal yang berkisar antara harga Rp 1.500 – 6.000 ini terasa segar karena baru dibuat begitu dipesan. Yang paling komplit adalah sambal gobal gabul yang merupakan campuran dari beberapa macam sambal seperti sambal bajak, sambal ijo, sambal kecap, dan sambal rempelo ati.
 
"Dalam sehari kami butuh 4 kg cabai rawit merah (ini untuk yang pedas tak terkira), dan jenis lainnya hanya 2 kg. Untuk terasinya kami datangkan langsung dari Jawa Timur," kata Kepala Warung Special Sambal Surahman (26) ketika ditemui okezone.com (11/11/2010).
 
Harga untuk lauk, sayur, dan minuman pun termasuk ringan di kantong. Aneka lauk seperti belut, ayam goreng, nila, bawal, udang, cumi ditawarkan hanya Rp3.500– 30.000.
 
“Yang harga paling mahal untuk menu lauk sebesar Rp 30.000 adalah Gurame bakar. Menu ini baru kita keluarkan pada bulan ini,” tambahnya.
 
Sedangkan untuk aneka sayur seperti pecel, sayur asem, cah kangkung, plencing jawa, bisa didapatkan dengan harga Rp 2.500 – 4.500. Rasanya nggak kalah kok dengan sayur dan lauk di rumah-rumah makan Sunda yang sekarang sedang menjamur.
 
Setelah makan pedas enaknya minum yang dingin seperti jus. Beragam jus juga ditawarkan murah meriah Rp4.000 – Rp 6.500. Yang istimewa adalah jus gobal gabul seharga Rp 6.500 yang terbuat dari campuran alpukat, jambu, belimbing, dan pepaya. Porsi nasi putihnya yang seharga Rp 3.000 pun tidak pelit alias sedikit lebih banyak daripada porsi nasi di rumah-rumah makan lain. Jika ingin lebih puas pesan saja nasi dalam cething/bakul seharga Rp 11.000.
 
Warung yang pertama berdiri di Yogyakarta ini sekarang telah memiliki 33 cabang di seluruh Indonesia, sebagian berkonsep waralaba. Warung ini bisa dikenali dari logonya yang berwarna merah dengan maskot berupa orang-orangan berbentuk cabai merah besar mengenakan kaca mata. Maskot ini bernama Mr Huuh-Haah yang tak lain adalah pemilik utama Warung SS. Si pemilik membebaskan konsumennya untuk mengajukan komplain dan masukan berkaitan dengan pelayanan warungnya dengan mencantumkan nomornya pada poster yang terpajang di setiap cabang.
 
Jika anda tertarik untuk mencobanya datang langsung di Jalan Margonda Raya, samping Hotel bumi Wiyata, Depok. Dengan jam buka untuk weekday dari jam 11.00 WIB sampai 22.00 WIB, sedangkan untuk weekend dari jam 11.00 WIB sampai jam 23.00 WIB.
(uky)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Berita Terkait : Pinggir Jalan

Facebook Comment List

 
 
BACA JUGA »

Lifestyle

Jadi Miss Indonesia, Maria Rahajeng Lebih Anggun
Menjadi Miss Indonesia 2014, rupanya membawa perubahan pada diri seorang Maria Rahajeng. Terutama bagaimana penampilannya di depan publik.

Celebrity

Artis Ramai-Ramai Kobarkan Semangat Kartini
R.A. Kartini, pahlawan wanita yang hari kelahirannya selalu dirayakan orang Indonesia setiap tanggal 21 April, selalu memiliki makna bagi artis-artis Tanah Air. Mereka pun ramai-ramai mengucapkan semangat Kartini melalui media sosial.

Travel

Tumbalkan Nyawa di Sumur Ini, Kepercayaan Suku Maya Panggil Hujan
Jika pada musim kemarau, sumur ini akan dilempari manusia yang terdiri dari pria atau wanita, atau bahkan anak anak sekalipun. Hal ini dilakukan untuk menenangkan dewa air sehingga akhirnya mereka akan memberikan hujan bagi wilayahnya. Ketika beberapa orang arkeolog mengeruk kawasan ini di abad ke 20, mereka menemukan lonceng emas, masker, cangkir, potongan batu giok bersamaan dengan tulang belulang manusia.