Getting Time...
OKEFOOD | Daerah

Karakter gempa dan tsunami di Bali

Kamis, 13 Oktober 2011 12:00 wib
detail berita
Sindonews.com - Gempa bumi berkekuatan 6,8 Skala Richter mengguncang Bali pagi ini. Guncangan gempa sempat membuat panik warga. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) menyebutkan, gempa terjadi sekira pukul 10.16 WIB, Kamis (13/10/201).

Titik pusat gempat berada di 9,89 derajat lintang selatan dan 114,53 derajat bujur timur. Koordinat tersebut berada di 143 km barat daya Nusa Dua, Bali. Kedalaman gempa 10 kilometer.

Sebelumnya, pada 30 September 2011, gempa terjadi sekira pukul 00.25 WIB. Pusat gempa berada di 242 km barat daya Nusa Dua dengan kedalaman 10 km. Kemudian, pada 19 September 2009, gempa terjadi sekira pukul 06.06 WIB berkekuatan 6,4 SR. Pusat gempa berada di 101 km bagian tenggara Nusa Dua, Bali. Catatan BMKG menyebutkan, gempa terjadi pada koordinat 9.67 lintang selatan dan 115.49 bujur timur, dengan kedalaman 36 km dari permukaan laut.

Gempa-gempa di atas hanya sebagian kecil gempa yang terjadi di sekitar Bali. Mnurut Daryono, peneliti gempa dari Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Denpasar, berdasarkan pada karakteristik kegempaan dan tektonik, serta ditunjang dengan karakteristik data geofisika yang ada, maka sumber gempa yang mempengaruhi kawasan Bali dan sekitarnya dapat dibagi atas dua bagian, yaitu zone subduksi di selatan Bali dan patahan busur belahan di utara Bali.

Gempa yang terjadi pada zone subduksi Bali umumnya dipisahkan atas dua kelompok, yaitu gempa megathrust yang merupakan gempa akibat penyusupan dangkal dan gempa Benioff yang merupakan gempa akibat penyusupan dalam. Zone megathrust adalah bagian dangkal dari zone subduksi yang mempunyai sudut tukik yang landai, sedangkan zone Benioff adalah bagian dalam dari zone subduksi yang mempunyai sudut tukik yang curam.

Daryono memaparkan, berbeda dengan di Sumatera, berdasarkan catatan gempa merusak di Bali sejak tahun 1800-an zone subduksi megathrust di selatan Bali belum pernah menimbulkan gempa besar yang merusak. Tsunami juga belum pernah terjadi akibat penyusupan lempeng Indo-Australia ke bawah Bali.

Seringnya Bali diguncang gempa dengan intensitas III-IV MMI yang tidak menyebabkan kerusakan menunjukkan bahwa kondisi tektonik kawasan Bali sangat rapuh dan tidak elastis. Sehingga ketika mendapat stres langsung patah dan dilepaskan yang dimanifestasikan sebagai gempa dengan magnitude kecil. Keadaan ini justru baik karena tidak akan terjadi akumulasi energi yang akan dilepaskan dalam bentuk gempa besar yang merusak.

Potensi tsunami di Bali? Meskipun secara teoretik, empirik dapat dijawab ''mungkin'', karena kawasan laut di sekitar Bali memiliki potensi distribusi patahan naik pembangkit tsunami, namun perlu diketahui bahwa gempa-gempa di kawasan Bali dan sekitarnya memiliki karakteristik magnitude kurang dari 6,5 skala Richter, di bawah syarat magnitude suatu gempa menyebabkan tsunami.

Berdasarkan data, dapat dipastikan bahwa frekuensi terjadi tsunami di Bali sangat kecil. Kalaupun sampai tsunami terjadi di Bali, kemungkinan tinggi gelombang yang sampai ke pantai tidak terlalu besar. Berdasarkan simulasi komputer yang didasarkan pada asumsi serta data empirik yang ada, hanya ada dua tsunami yang terjadi di sekitar Bali, yaitu tsunami di selatan Sumba tahun 1977 dan tsunami di selatan Banyuwangi tahun 1994.

Terkait potensi gempa bumi di Bali dan wilayah sekitarnya, Tim Katastropik Purba telah memprediksikannya. Tim Katastropik Purba beranggotakan ahli-ahli kebumian dari lembaga-lembaga riset dan perguruan tinggi di Indonesia.

Tim ini telah menghimpun data dari berbagai sumber dan penelitian para ahli mengenai dokumentasi gempa bumi dan tsunami di Bali, Lombok, Sumbawa, dan Flores, Nusa Tenggara Timur. Menurut tim peneliti, daerah yang memiliki catatan gempa dan tsunami di atas perlu mendapat perhatian serius untuk segera diriset, sekaligus memperingatkan akan pentingnya mitigasi di sana.

Berikut ini catatan bencana gempa bumi atau tsunami yang pernah menghantam daerah tersebut. Daftar ini dikumpulkan oleh M. Syahrir dan Jhonson MP, asisten staf khusus SKP BSB yang juga merupakan anggota Tim Katastropik Purba:

Bali :
1. 1815 11/22 : 7.0SR, tsunami, laut, utara Bali; 10.253 tewas
2. 1857 05/13 : 7.0SR, tsunami, laut, utara Batur; 36 tewas
3. 1917 Tsunami Laut dg jumlah koban 15.000

Lombok :
1. 1856 07/25 : laut Flores, timur P. Lombok

Sumbawa :
1. 1815 04/05 : tambora 7 VEI; 10.000 tewas; tsunami; darat
2. 1815 04/10 : tambora; darat; tsunami karena volcano
3. 1818 11/08 : 8.5SR; laut Bali
4. 1836 03/05 : laut Flores
5. 1836 11/28 : 7.5SR; laut Flores
6. 1837 11/28 : pantai; barat laut Bima

Flores :
1. 1855 04/14 : selatan P. Flores, laut
2. 1891 10/05 : 7.0SR; selatan P. Flores, laut Sawu

NTT :
1. 1814 : selatan NTT; darat
(ram)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Berita Terkait : gempa bumi

Facebook Comment List

 
 
BACA JUGA »