Kentalnya Kaldu Barobbo dari Tanah Luwu
Sabtu, 15 Oktober 2011
16:14 wib
Arpan Rachman -
Okezone
(Foto: Arpan/okezone)
SULAWESI ternyata kaya akan bubur. Bila di utara ada Bubur Menado, maka di selatan ada Barobbo. Asal kudapan ini dari Tanah Luwu yang dulu merupakan wilayah kedatuan di pesisir timur Sulawesi Selatan.
Barobbo ialah bubur jagung berkaldu kental. Kaldunya diperoleh sebagai hasil saripati campuran air dengan nasi. Racikan bumbu dalam kaldu dibubuhi bawang merah dan bawang putih yang dicincang halus, ditambah merica bubuk lalu ditaburi garam.
Unsur nabatinya terdiri bayam, kangkung, dan batang seledri cincang. Ada juga tambahan lain, yakni ebi, telur, dan udang.
Saat menyantap sesendok barobbo, pasti lidah Anda merasakan kekentalan kaldu yang lezat. Lalu, merasuklah paduan rasa manis biji jagung sisiran dan empuknya daging udang. Keduanya dapat terasa begitu kenyal bila dinikmati melalui teknik makan ala pepatah "berakit-rakit ke hulu berenang-renang kemudian" atau dengan cara gigit sedikit-sedikit sambil dikunyah-kunyah kemudian.
Berikutnya, kerongkongan akan tinggal dalam kehangatan yang dibaluri nuansa merica dan bawang merah-putih serta asin garam. Urusan berbaurnya bumbu selanjutnya menyisakan hanya satu saja: rasa gurih yang khas.
"Kaldunya hasil dari campuran air dengan nasi yang diblender," ungkap Susi, kasir Rumah Makan Aroma Palopo, Jalan Kasuari, Makassar kepada okezone, Sabtu (15/10/2011).
Dapat dipastikan kaldu kental berubah lengket dalam suhu dingin. Jadi, silakan santap barobbo selagi hangat. Kuliner khas Tanah Luwu ini akan lekat tersimpan seperti memori kelezatan. Niscaya ketagihan, sebab barobbo penggugah selera yang terjamin sedapnya. Maka, sedotlah kaldu yang kental, slruuup! (ftr)