Santap Pisang Joli di Puntondo
Senin, 21 November 2011
10:17 wib
Arpan Rachman -
Okezone
(Foto: Arpan/okezone)
BAGAIMANA rasanya menikmati angin sepoi yang dihela pepohonan bakau sambil memandang laju perahu nelayan menyusur laut? Datanglah ke Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Nuansa kontemplatif itu akan datang sendiri menghampiri hidup rutin Anda.
Bukan hanya menginap di bungalo yang beratap ijuk dalam kompleks bangunan berkonstruksi panggung dari kayu yang dihubungkan melalui tangga-tangga dan jembatan-jembatan setinggi 3 meter, tapi di PPLH Puntondo kita dapat pula menyantap pisang joli.
“Pisangnya dari jenis pisang raja, yang dibeli di Pasar Takalar,” kata Jum (15), pelayan di aula PPLH Puntondo.
Pisang joli disajikan Jum untuk 16 peserta workshop jurnalistik yang diadakan Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) bekerja sama dengan World Wide Foundation (WWF) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar, akhir pekan lalu.
Racikan pisang joli kreasi koki Ida itu berbentuk serupa hasil gorengan dari campuran pisang raja yang dibalut tepung terigu. Di lapisan luar, tepung terigu ditaburi gula pasir. Efeknya jadi semacam percampurbauran rasa manis yang berpadu dalam gradasi antara campuran gula pasir dengan kandungan dari pisang raja itu sendiri, dibubuhi rasa gurih tepung terigu yang matang.
Kenikmatan tersendiri yang disajikan pisang joli di PPLH Puntondo bukan sebatas icip-icip makanan belaka. Sambil menggigit dan mengunyah rasa manisnya, laju perahu nelayan mencari ikan dapat dilihat dari tepi Teluk Laikang. Debur ombak bukan membentuk konfigurasi gelombang, tapi hanya mengalun tipis-tipis seperti kalau kita menyisir rambut gondrong yang tidak ikal.
Laut di ujung selatan pulau Sulawesi seolah-olah berderai sampai jauh ke dalam hati. Di PPLH Puntondo, Takalar, bila sempat Anda berkunjung suatu saat nanti. Jangan lupa menyantap pisang joli. (ftr)