Festival Rendang Ajang Promosi Kuliner Terlezat
Jum'at, 25 November 2011
13:42 wib
Budi Sunandar -
Sindo TV
(Foto: google)
LIPUTAN satu ini pasti membuat perut keroncongan karena berhubungan dengan kuliner terlezat di dunia. Ya, apalagi kalau bukan rendang.
Di Padang, Sumatera Barat digelar Festival Rendang Tradisional yang diikuti oleh 19 kabupaten, mulai dari meracik bumbu, memasak, hingga menghidangkan. Festival rendang digelar guna mempromosikan masakan yang telah dinobatkan sebagai masakan terlezat nomor satu di dunia ini.
Peserta Festival Rendang Tradisional berasal dari 19 kota dan kabupaten se-Sumatera Barat, masing-masing peserta diwakili oleh 5 orang ibu-ibu. Yang namanya perlombaan, tentu saja masing-masing peserta berusaha menyajikan yang terbaik dan sesuai dengan kekhasan daerah masing-masing. Mereka pun tampil dengan pakaian khas daerah masing-masing.
Setiap peserta diberi daging 2 kilogram oleh panitia karena berasal dari daerah yang berbeda. Setiap daerah memiliki cara membuat rendang yang berbeda pula dengan daerah lain. Walaupun demikian, setiap peserta berlomba menyuguhkan rendang menjadi masakan yang lezat.
Bumbu dan resep yang digunakan masing-masing peserta sebenarnya hampir sama, seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, jahe, kunyit dan yang pasti adalah cabe. Namun, cara pengolahan daging menjadi rendang tidak sama.
"Kriteria penilaian lomba, antara lain kehigenisan makanan dan bahan yang digunakan, resep dan bumbu, yang paling penting adalah rasa dan tampilan saat menghidangkan," kata Evi Harti, Kepala Taman Budaya Padang ketika ditemui di Padang, Sumatera Barat, baru-baru ini.
Membuat masakan rendang tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan, waktu membuatnya pun sampai empat hingga lima jam. Agar tidak jenuh, para peserta pun bergoyang mengikuti irama musik. Alhasil, sejumlah warga yang datang tertawa geli melihat para juru masak ini.
"Biasanya, masakan rendang di Minangkabau wajib dimasak untuk keperluan pesta pernikahan atau pesta adat nagari," ujar Asnelti, peserta asal Kabupaten Agam.
Setelah masakan rendang ini masak dan siap dihidangkan, aroma kelezatannya pun tercium di sekitar di Taman Budaya Sumatera Barat ini. Para peserta menyambut baik diadakan Festival Rendang Tradisional. Selain menguji kebolehan cara memasak rendang, juga tentu saja agar rendang terus dipromosikan dan tetap menjadi masakan terlezat di dunia. (ftr)