Warung Blambangan, "Kerajaan" Perantau Ibu Kota
Minggu, 5 Februari 2012
15:01 wib
Johan Sompotan -
Okezone
Warung Blambangan (Foto: Johan/okezone)
BAGI para perantau Ibu Kota, kangen dengan masakan rumah pasti kadang dirasakan. Mereka yang jauh dari rumah, tampaknya tak perlu lagi bersusah payah sekadar pulang hanya untuk mencicipi masakan rumah.
Untuk mengobati rasa kangen, mampirlah ke Warung Blambangan di daerah Mampang, Jakarta Selatan. Untuk menemukannya cukup mudah, letak warung makan Blambangan berada persis di dekat lampu merah dari arah Gedung Trans Corp, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, tepatnya setelah Polsek Mampang. Namun, apa istimewanya warung makan ini?
“Kami menyediakan makanan khas rumahan. Perantauan yang ada di Jakarta, biasanya kangen kampung, kangen rumah, kangen masakan orangtua. Nah, kita tampilkan makanan rumahan, jadi begitu orang perantauan datang, mereka makan, makanannya kayak rasa di rumah dan berasa orangtua yang masak,” tutur Budi Septyanto, pemilik Warung Blambangan kepada okezone saat ditemui di Mampang, Jakarta Selatan.
Warung Blambangan menyajikan menu-menu berasal dari berbagai daerah, seperti kuliner khas Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Padang, hingga Chinese. Alasannya karena Jakarta menjadi tempat merantaunya multikultur. Beberapa menu seperti bakwan jagung, aneka gorengan, ayam bakar, ayam goreng, cumi goreng, bebek bakar, lalapan, rendang, dan sebagainya. Harga bervariasi mulai Rp5 ribu hingga Rp20 ribu.
“Semua ada supaya begitu orang masuk, mereka tidak akan ke lain tempat. Apapun ada di situ, dari yang murah seperti gorengan sampai yang mahal seperti menu bebek,” paparnya.
Bicara soal nama warung, Budi mengatakan, Blambangan diambil dari nama kerajaan di Banyuwangi, Jawa Timur. Dia mengartikan warungnya bak kerajaan yang menyediakan suguhan bagi para raja.
Waktu buka Warung Blambangan bisa dibilang hampir 24 jam, Senin hingga Sabtu mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Khusus Minggu, Budi “mengistirahatkan” warungnya. (ftr)