Getting Time...
OKEFOOD | MakanYuk

Bakso Swedia Hidangan Kaya Rempah

Senin, 6 Februari 2012 10:39 wib
SINDO
detail berita
Swedish meatball (Foto: vegfrugalhousewife)
Hidangan ala Barat, mungkin Anda sudah sering menikmatinya. Namun, mencicipi menu Western yang kental rasa rempah? Nah yang ini tentu harus dicoba.

Sepiring Swedish meatballs ditemani dengan secangkir hot chai tea, tak hanya nikmat. Menu tersebut juga mampu menghangatkan badan yang dingin karena cuaca Jakarta yang hujan sepanjang hari.

Ditutup dengan apple crumble dengan es krim vanila yang manis rempah, sungguh menjadikan paduan yang sempurna. Ini baru beberapa dari sekian menu eksotis yang disediakan di Allium. Tentu saja masih banyak menu menggoda lainnya.

Berlokasi di Jalan Dharmawangsa VI Nomor 46, Kebayoran Baru, restoran ini mencoba menawarkan menu-menu dari negara Skandinavia. Ternyata menu asal Skandinavia juga dimasak dengan rempah.

Salah satu menu andalan di restoran ini adalah Swedish meatballs. Bakso asal Swedia ini berisi daging cincang yang kaya rempah. Misalnya kayu manis, cengkeh, dan bawang bombai, serta dihidangkan dengan sayuran dan kentang yang di-saute.

Uniknya, bakso tersebut dicocol ke saus lingon berry. Saus ini sengaja diimpor dari Swedia karena tidak ada di sini. Dalam satu porsi, ada 6 meatballs yang ukurannya cukup besar dan gurih. Ketika digigit, yang dirasakan bukan hanya rasa daging semata layaknya kita makan bakso,namun aroma rempah-rempah yang digunakan turut menyeruak memanjakan indra penciuman.Lingon berry, seperti khas keluarga berry lainnya, berasa asam manis.

Kalau mau ingin agak pedas, bisa menambahkan saus sambal, tapi akan merusak rasa aslinya. Menurut Chef Allium Reiza Rajasa, rempah yang dipakai dalam pembuatan hidangan tersebut sebenarnya tidak sama persis dengan hidangan aslinya.

Karena ada beberapa bahan yang sulit didapat di sini, namun ia menyiasati dengan menggunakan rempah yang hampir mirip. Sebenarnya fungsi rempah-rempah tersebut sama, yakni sebagai penghangat badan. Maklum saja negara di bumi belahan utara tersebut amat dingin, rempah pun ditambahkan ke masakan untuk menjaga kehangatan tubuh.

Dari Skandinavia, kita beralih ke Amerika Latin tepatnya Meksiko. Rice & chili con carne siap disantap. Hidangan Meksiko yang identik dengan spicy food sekaligus kaya bumbu, dipresentasikan dalam hidangan itu, yakni nasi dengan kacang merah. Daging cincang, paprika yang diiris memanjang, serta ketumbar,dan jinten bermain seru di lidah. Rasanya agak pedas.

Usai makan, SINDO melanjutkan obrolan dengan sang chef dan Manajer Restoran Allium Sasha Tahir—keduanya notabene pemilik Allium. Mereka bercerita, ide membuat restoran berawal dari hobi wisata kuliner keluarganya. Mereka lantas mencoba membuat sendiri makanan yang pernah dicoba, lalu menyediakannya pada acara kumpul-kumpul keluarga besar atau ulang tahun dan acara lainnya.

Mereka lalu berpikir mengapa tidak mencoba membuat restoran sendiri. Menu yang ditawarkan adalah menu sederhana yang bisa disebut comfort food. Menu lain seperti fettucine alfredo con funghi, special herbed rice & sausage, dan rosemary roast chicken. Menu yang dijual memang belum banyak, namun untuk ke depan Allium akan menambah koleksi menunya lagi.

Namun, Allium juga memiliki menu nasi rames. Menu ini biasanya dipilih para karyawan kantor yang ingin menghemat waktu. Ada 6 macam menu yang bisa dipilih dengan harga di bawah Rp5.000 untuk setiap item-nya. Agar tidak jenuh, menu nasi rames ini diganti setiap harinya.

“Menu makan siang hanya tersedia sampai hari Jumat pada pukul 11.00-15.00,” kata Sasha.

Untuk paket makan siang ini, pengunjung bisa langsung memilih sendiri di open kitchen, sekalian melihat kesibukan di dapur yang selalu dalam keadaan bersih ini. Nah, sebagai penutup jamuan sore hari itu, SINDO disuguhi apple crumble with vanilla ice cream. Bahkan, sampai hidangan penutupnya pun menggunakan rempah-rempah.

Bukan sembarang es krim vanila biasa, es krim ini disediakan bersama potongan apel yang di-saute, serta remah roti dan biskuit, yang diselipkan cengkeh, pekak, kayu manis, dan siraman gula aren. Hmm… lezat dingin-dingin hangat. Yang ini pastinya wajib coba. Alhasil, sepiring apple crumble pun tandas tak bersisa.

Perut sudah kenyang, tapi hujan belum lagi reda. Sasha lantas menawarkan secangkir hot chai tea. Teh asal India yang benar-benar bisa membuat tenggorokan terasa hangat dan hidung yang mampet menjadi plong. Bagaimana tidak, isi teh ini ada kapulaga, pekak, lada hitam, jahe, dan susu.

Jadi, dari menu utama, penutup, sampai minuman sekalipun sarat bumbu tradisional meski bukan makanan tradisional. Tempatnya memang tidak besar, kapasitasnya sendiri hanya sekitar 30-40 kursi. Namun, restoran ini mampu menawarkan atmosfer comfy dan homey.

Detail pernak-pernik yang ditampilkan seperti ubin vintage yang dipesan khusus di Yogyakarta, serta barang-barang antik lainnya, sebut saja grandfather clock, radio tua, dan piring-piring zaman dulu. Allium yang secara harfiah berarti bawang putih, mematok harga yang cukup terjangkau. Makanan hanya Rp35.000-Rp80.000, dan minuman Rp6.000- Rp25.000. Oh ya jangan ke sini hari Minggu karena restoran tutup. (ftr)

Berita Terkait :

Beri komentar

 
 

Lifestyle

Panggung Fesyen Sekadar Jual Mimpi?
Kehadiran model sebagai mediator desainer terhadap pelanggannya memang perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Model tidak sekadar merepresentasi keindahan busana, tapi juga mewakili realita pasar sesungguhnya.

Celebrity

Dinas Kesehatan Mediasi Kasus Malapraktik David "Peterpan"
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat Alma Luchaty mengatakan, pihaknya akan menjadi "orangtua" dalam kasus tuduhan malapraktik yang dilakukan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, kepada David "Peterpan".

Travel

Megahnya Gereja Salju Bavaria
yang satu ini sungguh unik. Ya, gereja yang terdapat di Desa Mitterfirmiansreut, Bavaria, Jerman ini terbuat dari es. Pasti Anda membayangkan betapa dingin berada di dalamnya.