Getting Time...
OKEFOOD | Warung Tenda

Membuang Lapar di Pantai Purus Bersama Ikan Bakar

Senin, 6 Februari 2012 14:54 wib
Rus Akbar - Okezone
detail berita
(Foto: Rus Akbar/okezone)
BAGI pengungjung Kota Padang, rasanya tidak lengkap kalau datang ke Padang tanpa singgah di Pantai Purus, Kecamatan Padang Barat, Sumatera Barat. Daerah ini dulu merupakan kawasan nelayan, tapi kini disulap pemerintah dan didukung masyarakat menjadi kawasan wisata terutama kuliner ikan bakar segar.

Mengunjungi Padang tidak harus melulu mencicipi masakan rendang khas Minangkabau. Ikan bakar segar bersama udang dan cumi bakar segar juga bisa menjadi pelepas rasa lapar.

Di sepanjang jalan Pantai Purus berjejer rumah makan yang berlatar hamparan lautan luas, tentu gemuruh ombak Purui (Purus) akan melupakan sementara kebisingan dan kesibukan sehari-hari. Tinggal mendatangi salah satu rumah makan, di depannya telah dipajang ikan segar hasil tangkapan nelayan. Tersedia ikan kakap, kerapu, ikan kuwe, dan ikan karang lainnya, juga udang sebesar ibu jari kaki orang dewasa dan ikan cumi-cumi siap dibakar.

Ketika dipilih, ikan akan di timbang beratnya, dari situlah ditentukan harganya, misalnya ikan kerapu satu kilogram dihargai Rp50 ribu- Rp60 ribu, tergantung selera pengungjung dan jumlah orang yang akan mencicipi. Setelah dipilih, bagian peramu akan membersihkan dan membakar ikan yang dipilih tadi.

Butuh waktu 15 menit atau 20 menit untuk mematangkan ikan bakar. Bumbu yang dilumuri tersebut diracik secara tradisional, tentu hasil racikannya akan lebih gurih ketimbang bumbu yang sudah siap disajikan. Ikan yang sudah dilumuri bumbu akan menambah kelezatan masakan tersebut. Rasanya sangat gurih, tak kalah enaknya dengan cumi dan udang yang ikut disajikan.

Sambil menunggu sajian selera, pihak rumah makan akan menawarkan hidangan jus atau minuman kelapa muda. Akan lebih nikmat makan di daerah itu pada sore hari sambil menatap matahari tenggelam di bagian barat Kota Padang.

Warga kawasan Pantai Purus sudah membuka rumah makan khusus hasil nelayan sejak 2009 dan kini sudah ada sekira 15 rumah makan yang siap mengundang selera Anda. Harga sekali makan di daerah itu mulai Rp70 ribu sampai Rp150 ribu, tergantung jumlah pesanannya.

Seperti Pondok Makan Ombak Puruih Indah milik Pipit. Rumah makan miliknya menawarkan ikan, udang, cumi bakar, goreng cumi, goreng udang tepung, kepiting saos tiram, dan kepiting saos Padang. Anda tinggal memilih menu lalu menyantapnya sambil duduk di lantai atau duduk di kursi. Meski harganya tergolong mahal, namun rasanya Anda tak akan rugi. (ftr)

Berita Terkait : Warung Tenda

Beri komentar

 
 

Lifestyle

Panggung Fesyen Sekadar Jual Mimpi?
Kehadiran model sebagai mediator desainer terhadap pelanggannya memang perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Model tidak sekadar merepresentasi keindahan busana, tapi juga mewakili realita pasar sesungguhnya.

Celebrity

Dinas Kesehatan Mediasi Kasus Malapraktik David "Peterpan"
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat Alma Luchaty mengatakan, pihaknya akan menjadi "orangtua" dalam kasus tuduhan malapraktik yang dilakukan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, kepada David "Peterpan".

Travel

Megahnya Gereja Salju Bavaria
yang satu ini sungguh unik. Ya, gereja yang terdapat di Desa Mitterfirmiansreut, Bavaria, Jerman ini terbuat dari es. Pasti Anda membayangkan betapa dingin berada di dalamnya.