Rasa Bakso Lombok Lebih "Berani"
Senin, 13 Februari 2012
15:40 wib
Johan Sompotan -
Okezone
Ilustrasi (Foto: wisataseru)
BAKSO menjadi makanan kebangsaan warga Ibu Kota, terbukti di hampir setiap sudut terdapat pedagang bakso. Bagi Anda penggemar bakso, pasti sudah hapal rasanya, yang ternyata sedikit berbeda dengan bakso yang dijajakan di Lombok.
"Kalau Anda makan bakso di sini, pasti rasanya berubah karena mau tidak mau harus mengikuti lidah masyarakat Lombok," ucap Kandar selaku penjual bakso kepada okezone saat ditemui di kawasan Kuta Beach, Lombok, Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini.
Menurut pria 52 tahun ini, inovasi bakso di Lombok dilakukan mulai dari mi, bakso, serta kuahnya. Bumbu dan rempah yang digunakan untuk kuah tergolong lebih "berani", berupa pala, laos, ketumbar, merica, bawang merah, bawang putih, kemiri, cengkeh, dan kayu manis sedangkan bakso pada umumnya (di Pulau Jawa) hanya memakai bawang merah, merica, ketumbar, dan garam.
Tak hanya itu, ukuran baksonya juga harus disesuaikan. Tak ayal di Lombok, Anda akan kesulitan menemukan bakso berukuran besar.
"Di sini, maunya pas makan bisa mengeruk banyak bakso, makanya dibuat kecil-kecil," imbuhnya.
Dan bila umumnya sayuran pada bakso adalah sawi, masyarakat Lombok lebih menyukai jenis sayuran, seperti tauge, sawi putih, dan daun seledri. Sementara, bihunnya dipilih yang terbuat dari jagung. Seperti ditandaskan Kandar, perubahan yang harus dilakukan para penjual bakso mencapai 95 persen untuk disesuaikan dengan lidah warga Lombok. (ftr)