Icip-Icip Menu Nusantara di Saudi
Senin, 20 Februari 2012
13:56 wib
(Foto: tentangqatar.blogspot)
JIKA Anda pergi haji atau umroh, tak perlu takut sulit menemukan makanan Indonesia di Jeddah, Mekkah, maupun Madinah. Saat ini, restoran Indonesia maupun perusahaan katering yang menyajikan cita rasa masakah Indonesia sudah menjamur di berbagai kota yang dilewati para jamaah haji atau umroh.
Saat Anda menginjakkan kaki pertama kali di bandara, misalnya, Anda pasti merasakan hidangan nasi kotak dengan menu ayam bakar atau empal daging yang rasanya tidak kalah dengan restoran di Indonesia karena memang juru masaknya dari Indonesia. Para operator haji atau umroh biasanya telah memesan nasi kotak sebagai welcoming greeting kepada jamaahnya dari berbagai restoran Indonesia, seperti Betawi Restaurant, Mr. Sate, dan lainnya.
Saat berada di Mekkah pun, berbagai perusahaan katering yang menyajikan masakan Indonesia sangat bersaing. Mereka menawarkan open buffet ke berbagai hotel, mulai kelas melati sampai kelas bintang 5. Sebut saja Asia Catering, Betawi Catering, Binjawi, Damanhuri, Asia Tenggara, dan sebagainya.
Menu yang ditawarkan sangat variatif sesuai dengan paket yang dipilih. Berbicara rasa, sekali lagi, rasanya sangat pas di lidah orang Indonesia, bahkan banyak warga asing termasuk warga Arab Saudi menyukai masakan Indonesia. Hal ini terbukti dengan ramainya restoran Indonesia dengan para pengunjung warga Arab Saudi.
Biasanya, para pengunjung restoran pernah mengunjungi Indonesia sehingga ketagihan dengan masakan Indonesia. Nasi campur merupakan menu yang paling banyak digemari warga Arab Saudi. Di Madinah ada beberapa restoran kelas menengah ke bawah dekat dengan Masjid Ghumamah sebelah Utara Baqi. Ada restoran Surabaya, dan sebagainya selain restoran musiman yang biasanya menjamur pada musim haji dan umroh.
Hal yang sama juga kita dapatkan di Jeddah. Di Balad misalnya, sebagai tempat favorit yang biasanya dikunjungi jamaah haji dan umroh, kini sudah ada tiga restoran Indonesia, yaitu Warung Bakso Mang Oedin, Rosella, dan Restaurant Garuda. Para jamaah dapat menikmati masakan Indonesia usai berbelanja di kawasan Balad (mirip Blok M, Jakarta Sealtan). Harga yang ditawarkan relatif terjangkau dengan kocek orang Indonesia.
Jika Anda ingin sedikit ke luar Balad, di Distrik Syarafiah tepatnya (distrik dimana paling diminati para Mukimin Indonesia), Anda dapat menemukan sedikitnya tujuh restoran Indonesia, mulai kelas warteg hingga kelas atas. Di daerah ini ada restoran Betawi yang biasanya digunakan para jamaah haji atau umroh untuk transit sebelum check in di hotel atau sebelum ke bandara. Restoran ini menawarkan harga yang jauh lebih murah ketimbang harga makanan di hotel.
Di restoran yang dapat menampung sekira 150 jamaah ini biasanya para pengurus sekaligus mengadakan perpisahan dengan para jamaahnya. Bukan saja jamaah haji Indonesia, tapi juga jamaah dari Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, sering didapati mengunjungi restoran yang tergolong baru ini.
Tentunya masih banyak restoran Indonesia lain di Jeddah dan sekitarnya yang belum disebutkan. Untuk itu, jangan kawatir tidak menemukan taste Indonesia selama Anda melaksanakan haji atau umroh.
Abdullah M Umar
Jeddah-KSA (ftr)