Nikmatnya Sushi dengan Irisan Cabai Rawit
SINDO
Senin, 4 Juni 2012
11:53 wib
Ilustrasi (Foto: wisatakuliner-corrydana.blogspot)
PENCINTA kuliner, khususnya makanan Jepang, pasti tahu tempat menyantap hidangan khas tersebut dengan rasa jempolan dan harga terjangkau di Kota Bandung. Namanya Oishii. Lokasinya di Jalan Karapitan, Kota Bandung.
Kedai kecil ini menyediakan makanan sushi dengan mengusung konsep fusion. Olahannya dibuat orisinil seperti di negara asalnya. Bentuknya sangat indah dan menarik sehingga menggugah untuk segera mencicipi.
Menu fusion yang ditawarkan Oishii, seperti fusion dragon roll. Hidangan ini menjadi salah satu andalan. Garis fusion yang diambil dari menu yang satu ini adalah penempatan irisan cabai rawit domba pada bagian atas sushi. Sensasi pedas yang dihadirkan ini memang dikhususkan bagi para penggila cita rasa pedas. Apalagi di Kota Bandung ini masyarakatnya suka dengan hidangan yang membakar lidah.
Selain menggunakan cabe rawit domba, kelezatan fusion dragon roll ini terletak pada potongan mangga, kyuri, serta daging asap. Sehingga, selain rasa pedas yang didapat, sushi ini pun memberikan cita rasa asam, manis, dan gurih.
“Fusion dragon roll ini menjadi salah satu sushi andalan di Oishii. Banyak yang memesannya, terutama mereka yang suka pedas. Kalau aslinya, rasa pedas sushi ini dengan menggunakan washabi. Tapi kami justru menggebrak diferensiasi ini lewat sensasi cengek (cabai rawit-red) domba,” kata pemilik Oishii, Andi Bahar.
Hidangan lain yang patut dicoba adalah karapitan street roll. Sensasinya datang dari rasa asam dan manis yang sangat kental dilidah. Rasa asam diperoleh dari nasi yang sudah diolah dengan menggunakan cuka khas Jepang. Sementara rasa manis yang dihasilkan dari saus homemade, saus yang dasarnya terbuat dari mayonnaise. Saus inilah yang diutamakan Oishii untuk melengkapi aneka fusion sushi yang ditawarkan.
Mayoritas sushi Oishii memang menggunakan saus homemade tersebut. Sejurus dengan tagline-nya, racikan saus ini wajib dibuat sendiri demi mempertahankan rasanya yang terbaik.
Kedai Oishii juga menawarkan aneka mi ala Jepang, seperti mi ramen. Sama halnya dengan sushi, Oishii mengandalkan fusion ramen dengan cita rasa khas tanah parahyangan. Kelezatannya tercipta dari rasa gurih mi yang pekat. Racikan ramen dibuat sedemikian rupa hingga membuat selera bersantap kian menjulang, terutama saat bumbu fusion ditebar dengan mi dan kuah miso.
“Biasanya ramen asli Jepang sama sekali tidak terlalu gurih, tapi di sini kami sengaja menajamkan rasa gurih itu karena menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia yang suka dengan yang gurih-gurih,” kata Andi.
Bagi yang menyukai sashimi, Oishii juga menyediakan salmon sashimi dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang restoran atau kedai sushi lainnya. Sesuai tren sushi, tak luput dari olahan Sashimi dan hidangan eksplorasinya.
Sushi juga menjawarakan salmon sebagai hidangan yang patut dicoba. Seperti sahihnya sashimi, semua olahan dihidangkan dengan pengolahan yang cerdas agar rasanya tak jauh beda dengan sushi mentah.
“Karapitan untuk melengkapi referensi sushi yang harganya bersahabat. Pokoknya semua menu dipatok tak lebih dari Rp25.000. Misalnya untuk satu porsi sushi, mulai Rp15.000 sampai Rp23.000,” katanya. (ftr)