Es Goyang Obati Kenangan Masa Kecil
Johan Sompotan -
Okezone
Senin, 4 Juni 2012
10:37 wib
Es goyang (Foto: Johan/Okezone)
OLAHAN es krim banyak ragamnya, bahkan disukai semua kalangan usia. Namun, masih ingatkah Anda dengan es goyang?
Selain es puter, es goyang pun jadi idaman kala mereka kecil. Sayang, perlahan es goyang mulai jarang ditemukan akibat banyaknya produksi es krim pabrikan juga yang berasal dari luar Indonesia.
Es goyang yang mungkin sangat akrab Anda beli ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ini ternyata masih disukai kalangan usia dewasa. Buktinya, stan es goyang di Kampoeng Tempo Doeloe Jakarta Fashion and Food Festival ((KTD JFFF) 2012 tidak pernah sepi peminat.
"Es goyang sangat enak. Sekarang susah banget nyari es goyang, padahal saya suka kangen jajanan tempo dulu," ucap Ratna, salah satu pengunjung KTD JFFF 2012 saat ditemui di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, baru-baru ini.
Soal nama es goyang yang diberikan untuk camilan ini lantaran proses pembuatannya yang harus digoyang. Selain rasa, inilah yang menjadi ciri unik es goyang.
"Es goyang ini cukup unik karena dalam membuatnya harus digoyang. Kalau enggak digoyang, es krimnya enggak akan jadi," tutur Sari, penjual es goyang sambil asyik melayani pembeli.
Dicontohkan Sari, bila pembeli menginginkan es krim stroberi, maka adonan yang berbentuk cair dimasukkan ke dalam cetakan. Kemudian, goyang cetakan sekira 20 menit yang biasanya bisa membuat belasan es goyang dalam sekali "goyangan". Di dalam cetakan sekaligus gerobak es goyang, ada garam dan es batu yang membantu adonan yang awalnya cair menjadi keras.
Ternyata, "goyangan" juga memengaruhi hasil es. Bila terlalu keras, tambah Sari, maka es goyang tidak akan sempurna.
Es goyang ini dijual seharga Rp7.000, dengan variasi rasa, berbeda mulai dari stroberi, durian, cokelat, kacang ijo, hingga mocca. (ftr)