Adu Bakat Para Chef Lokal
SINDO
Sabtu, 16 Juni 2012
12:58 wib
(Foto:jenzcorner.net)
CHEF Imron Rasidi (kanan) dari Hotel Borobudur Jakarta mengangkat simbolis hadiah uang atas kemenangannya dalam kategori Dress The Cake Challenge.
Sebanyak 25 chef Indonesia bersaing dalam kompetisi Fonterra Pastry and Cooking Challenge 2012. Ajang ini digelar guna mengembangkan talenta koki lokal dan industri food service di Tanah Air.
Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta,siang hari itu disulap menjadi layaknya dapur dadakan untuk kompetisi Pastry and Cooking Challenge yang digelar belum lama ini. Masing masing peserta dari berbagai kategori sibuk berkutat dengan karyanya sendiri. Beno Wicaksana dari Bvlgari Hotel & Resort Bali tengah menyiapkan tiga macam menu untuk dikompetisikan. Vegetable & cream cheese dijadikan menu pembuka, jerusalem artichoke sebagai sajian sup, dan spinach mozzarella sebagai menu penutup.
“Saya menggunakan bahan-bahan impor,seperti jerusalem artichoke (semacam umbi-umbian dari Amerika) dan baby lobster-nya juga impor,” tutur Beno, yang menggunakan metode slow cooking. Menurut Beno, yang disajikan bukan hanya masakan biasa,melainkan harus memakai dairy product (berbahan susu) sehingga dia menciptakan menu itu khusus untuk dilombakan. Juri pun memberi apresiasi dengan menyematkan penghargaan sebagai pemenang di kategori Cooking.
Adapun dari kategori Pastry, Lukman Hadi Prasetyo, Chef de Partie Four Seasons Hotel Jakarta, membuat lemon double cheese cake dan banana caramel chocolate. Di sudut lain, Chef Eva Yoga Swara juga sedang bergumul menghias dua macam cake yang dinamakan exotic dan the taste of celebration. Untuk kue exotic, Eva sengaja menampilkan layer dengan berbagai rasa. “Kombinasi passion fruit, banana jelly, leci, vanila krim, dan pistachio, ” terangnya.
Sementara the taste of celebration merupakan cake dengan desain yang unik. Cake dibentuk layaknya sebuah meja segi empat yang ditutup taplak berwarna biru serta empat buah kursi berwarna senada. Di hadapan setiap kursi tersedia hidangan mewah yang dibuat ukuran mini. Tak pelak, karya tersebut mengantarkannya meraih juara di kategori Bakery. Keahlian para chef ini diuji dengan cara berbeda untuk setiap kategori.
Sebanyak 10 chef yang bersaing di kategori Pastry diminta menyiapkan kreasi mereka dari dua resep yang diajukan dalam waktu empat jam. Sementara,10 chef lain yang berlomba di kategori Hot Kitchen diminta menyiapkan satu set menu dari tiga resep, yakni appetizer, cream soup,dan pasta sebagai menu utama.
Adapun lima chef di kategori Dress The Cake diharuskan menghias Fonterra Anniversary Cake dan menciptakan kreasi free style untuk whole cake dalam waktu satu jam. Jean Francois Arnaud, Pastry Chef MOF mengungkapkan, Fonterra memulai kompetisi ini pada 2007 untuk mendorong dan mengembangkan keahlian pastry chef lokal.
Para pemenang dari masing-masing kategori memperoleh kesempatan mewakili Indonesia di kompetisi internasional Singapore Food and Hotel Asia 2014, sekaligus berhak atas hadiah uang tunai USD1.000. Pemenang Dress The Cake juga menerima uang tunai USD750 (ftr)