Makan di Luar, 80 Persen Orang Indonesia Ingin Makanan Sehat
Johan Sompotan -
Okezone
Jum'at, 29 Juni 2012
19:15 wib
(Foto:Corbis)
BOSAN makan di rumah, banyak keluarga kemudian mengajak anggota keluarga makan di luar. Sudah pasti menu makanan yang diinginkan tergolong makanan sehat.
Hasil riset World Menu Report 3: Seductive Nutrition mengungkapkan bahwa konsumen Indonesia menginginkan dua hal saat memilih makanan, yaitu 80 persen menginginkan menu makanan sehat dan sisanya konsumen ingin tetap memanjakan diri pada saat makan di luar rumah.
"Seductive Nutrition merupakan agenda dari World Menu Report yang dilakukan dengan mengikutsertakan responden dari Indonesia. World Menu Report merupakan bentuk komitmen Unilever Food Solutions selaku salah satu perusahaan pelayanan makanan terkemuka di dunia untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi industri jasa makanan sehingga dapat menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan optimal kepada konsumen," jelas Adam Djokovic, Managing Director Unilever Food Solutions Indonesia, usai acara “World Menu Report 3: Seductive Nutrition” di Bistro Boulevard Restaurant, Menteng, Jakarta, Jumat (29/6/2012).
Untuk menarik perhatian konsumen terhadap menu makanan yang ditampilkan, maka daya tarik serta tampilan makanan harus sebaik mungkin. "Seductive Nutrition ini sangat penting untuk menyajikan hidangan yang lebih sehat namun tetap lezat dan menggiurkan. Para chef masih bisa memasak dengan hidangan kesukaan, tetapi hidangan yang disajikan harus memenuhi kesehatan agar bukan sebatas mengenyangkan, tapi juga membuat konsumen juga sehat," paparnya.
Dia menjelaskan, kini masyarakat bukan lagi hanya memikirkan perut kenyang. Mereka sudah mulai mengarahkan konsumsinya pada nilai kesehatan.
"Konsumen bukan menginginkan makanan yang enak saja, tetapi ada satu perubahan yang didapatkan setelah mereka menyantap makanan. Dari segi kalori, protein, hingga kandungan lainnya pun bisa mereka dapatkan," paparnya.
Sementara itu, Dr Grace Judio, pengamat gaya hidup dan konsultan pengaturan berat badan, menilai bahwa keinginan masyarakat Indonesia untuk lebih memilih makanan di luar rumah otomatis harus membuat pelaku industri jasa makanan bukan sebatas memikirkan keuntungan. "Tingginya perubahan gaya hidup kini, apalagi banyak orang memilih makanan di luar rumah, maka industri jasa makanan harus lebih bijak dalam menyajikan makanan enak sekaligus bermanfaat bagi konsumen. Misalnya, mengurangi kadar minyak, sajikan makanan yang rendah lemak dan tinggi protein," tutupnya.
(ftr)