APA yang Anda pikirkan jika mendengar kata selendang? Pasti yang terlintas adalah kain panjang yang dipakai sebagai hiasan di pundak. Bagaimana jika selendang itu bisa kita cicipi sebagai minuman segar asli Betawi? Wah, pasti tidak diduga-duga ya rasanya.
Selendang Mayang, biasa masyarakat Jakarta kenal dengan nama tersebut merupakan minuman asli Betawi. Memang, sekarang ini sudah jarang kita temukan di kota seperti Jakarta ini, tetapi jangan khawatir, karena es selendang mayang ini dapat dijumpai di Kota Tua dan Situ Babakan.
Menurut Herman, penjual es selendang mayang di Kota Tua mengatakan bahwa awalnya nama minuman tersebut hanya selendang, namun banyak pembeli yang mengatakan mayang karena bahan baku minuman tersebut ialah aren. “Awalnya kita namain selendang doang, tapi banyak pembeli yang bilang mayang gara-gara isi dari minuman ini dari pohon aren,” jelasnya.
Bahan pembuatan minuman ini adalah sagu aren, tepung beras, gula putih, gula merah, dan santan. Sagu aren dan tepung beras sebagai bahan pembuat selendang mayangnya itu, sedangkan gula putih dan gula merah yang dicampur santan sebagai perasanya. “Selendang mayangnya dipotong bentuk dadu dulu trus baru dikasih gula putih, gula merah, dan santan,” tambahnya lagi.
Sama seperti halnya di Kota Tua, selendang mayang merupakan incaran pembeli di Situ Babakan, apalagi tidak setiap hari minuman tersebut dijual disana. “Biasanya sih saya jualan hari-hari libur, berhubung sekarang lagi pada liburan anak sekolahan, jadi saya jualan disini, ujar Ujang penjual es selendang mayang di Setu Babakan kepada Okezone, Rabu (11/7/2012).
Jangan khawatir masalah harga, dengan Rp5.000 Anda dapat merasakan nikmatnya es selendang mayang. “Rasanya enak, emang ciri khas Betawi banget,” ujar Hermina penikmat es selendang mayang.
Di Kota Tua sendiri, Anda dapat menemui es selendang mayang dari pukul 09.30 WIB hingga 22.00 WIB, sedangkan di Setu Babakan dari pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.