Getting Time...
OKEFOOD | Warung Tenda

Doclang Pak Amir, 62 Tahun Warnai Jajanan Bogor

Duwi Setiya Ariyanti - Okezone
Kamis, 19 Juli 2012 12:00 wib
detail berita
Menu doclang Pak Amir (Foto: Duwi/Okezone)
DOCLANG merupakan menu sarapan khas Bogor, Jawa Barat. Salah satu warung doclang yang masih bertahan hingga kini adalah milik Amir, tepatnya sejak 1950.

Sejak awal kemunculannya, Doclang Pak Amir berada di sekitar kawasan Jembatan Merah, Bogor, Jawa Barat. Doclang ini sudah menjadi usaha turun-temurun bagi Wawan, generasi ketiga yang terus menyajikan doclang.

Meski awalnya doclang adalah menu sarapan, di sore hari pun makanan ini masih laris dicari pembeli. Wawan pun memutuskan untuk membuka warung makannya mulai pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Dengan harga Rp8.000, Anda dapat menikmati jajanan yang kian langka keberadaannya ini. Potongan pesor, sebutan untuk lontong dalam bahasa Sunda, menjadi sumber karbohidrat dari makanan ini. Setelah itu, pesor dicampur dengan kentang rebus yang kemudian digoreng. Lalu telur, tahu, bumbu kacang, bawang goreng, kecap, kerupuk dan perasan jeruk nipis.

Resep rahasia dari bumbu kacang Doclang Pak Amir merupakan daya tarik yang tak bisa Anda nikmati di doclang yang lain. Gurihnya bumbu kacang dan ketepatan paduan bahan lain membuat pembeli datang kembali untuk melahap doclang.

Menurut Wawan, pada intinya rasa doclang sama saja. Hanya saja, doclang buatan ayahnya ini memiliki keistimewaan pada bumbu kacangnya.

“Sama saja, cuma rasa bumbunya yang beda,” tuturnya saat ditemui Okezone di Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/7/2012).

Tak heran jika warungnya sanggup menjual sekira 200 porsi tiap harinya. Dari penuturannya, walaupun perubahan terjadi pada isi doclang, tapi bumbu tak akan berubah supaya cita rasa doclang tetap terjaga.

”Perubahannya telur doang, tadinya tauge, terus diganti telur,” tambahnya.

Salah seorang pembeli, Miska, selalu menyempatkan diri membeli Doclang Pak Amir tiap kali melewati daerah Jembatan Merah. Dia mengatakan, bumbu kacang Doclang Pak Amir memiliki kekhasan dibandingkan doclang di tempat lain.

“Bumbunya lebih lembut, lebih ngena saja rasanya. Rasanya khas, unik gitu. Enggak terlalu ngenyangin, tapi pas,” tutupnya. (ftr)

Berita Terkait : Warung Tenda

Beri komentar

 
 
BACA JUGA »

Celebrity

Didatangi FPI, Eyang Subur Ceraikan Empat Istrinya Hari Ini
Front Pembela Islam (FPI) berencana mendatangi kediaman Eyang Subur hari ini. Kedatangan mereka terkait pelepasan empat orang istri Eyang Subur sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Travel

Ketularan Demam K-Pop, Indra "ST12" Mimpi ke Pulau Jeju
Demam K-Pop juga menulari beberapa artis Ibu Kota. Tanpa malu-malu, Indra “ST12” mengakui jika K-Pop membuatnya ingin mengunjungi Korea Selatan.