Getting Time...
OKEFOOD | MakanYuk

Masakan Masa Kecil Jadi Inspirasi MasterChef Indonesia

Fitri Yulianti - Okezone
Minggu, 22 Juli 2012 15:32 wib
detail berita
Kontestan mengolah masakan masa kecil di Galeri MasterChef (Foto: dok. RCTI)
KOMPETISI bagi 20 kontestan terbaik MasterChef Indonesia Season 2 dimulai. Tantangan mengolah kijing dilewati kontestan, tapi salah satu kreasi sempat membuat Chef Marinka mual.

Ke-20 kontestan memasuki Galeri MasterChef untuk pertama kalinya, setelah unjuk kemampuan di MasterChef Boot Camp. Babak baru dari kontes memasak fenomenal di Indonesia ini dimulai dengan mengolah masakan yang pernah dinikmati semasa kecil dalam tantangan Signature Dish.

Pada tantangan Signature Dish, kontestan harus bisa menghidangkan masakan dalam waktu 45 menit untuk ketiga juri. Banyak cerita masa kecil kontestan yang membuat masakan mereka menjadi semakin berarti, dari cerita sedih Opik (30, agen properti asal Surabaya) hingga cerita lucu Widya (22, staf restoran asal Jakarta) yang harus menangkap lele sendiri di empang.

Ketika proses memasak berlangsung, terlihat semua kontestan memasak dengan senang hati. Tantangan Signature Dish ini mengingatkan pada masa kecil mereka. Hanya enam masakan menarik saja yang akan dipanggil untuk maju ke meja penjurian dan dicicipi oleh para juri.

Kontestan yang dipanggil juri adalah Agus (28, pedagang buah asal Kroya), Baguzt (30, tatto artist asal Surabaya), Opik (30, agen properti asal Surabaya),  Nuuril (25, pramugari asal  Bandung), Joice (60, ibu rumah tangga asal Jakarta), dan Widya (22, staf restoran asal Jakarta). Kelucuan cerita masa kecil Widya membuat suasana Galeri MasterChef menjadi ceria. Dan, keceriaan semakin terpancar ketika Baguzt dinobatkan sebagai pemenang di tantangan Signature Dish ini. (ftr)

Berita Terkait : MasterChef

Beri komentar

 
 

Lifestyle

Begini Saja Wanita Langsung Orgasme
Mendapatkan orgasme Miss V sesungguhnya bukanlah mimpi. Hal ini bisa dilakukan selama Anda menerapkan beberapa trik berikut ini.

Travel

Pencinta Alkohol Tak Akan Puas di Libya
Sejak 1969, Libya melarang peredaran dan konsumi alkohol dan hal itu tidak berubah hingga saat ini. Namun, daerah-daerah Libya yang dekat dengan perbatasan diketahui menjual alkohol. Alkohol ini biasanya diimpor dari Mesir atau Tunisia.