Getting Time...
OKEFOOD | MakanYuk

Aneka Es Khas Nusantara

SINDO
Jum'at, 3 Agustus 2012 08:21 wib
detail berita
Es pisang ijo salah satu jenis es nusantara(Foto:Blogspot)
BINGUNG menyiapkan takjil hari ini? Kalau es buah terus pastilah bosan. Bagaimana jika Anda coba membuat varian es yang segar dari pelosok Nusantara untuk sajian berbuka.

Es seperti tidak bisa dihilangkan dalam kebiasaan membatalkan puasa. Rasanya yang segar, langsung saja melenyapkan dahaga seharian. Nah, kalau Anda bosan dengan sajian es yang itu-itu saja, mengapa tidak coba membuat ragam es dari berbagai daerah? Keluarga pun tidak jenuh dengan takjil yang disuguhkan.

Kali ini menayangkan ragam es dari berbagai daerah. Dimulai dari Kota Padang yang terkenal dengan es tebak. Es campur khas Padang ini juga populer di pelosok Sumatera Barat. Di daerah asalnya, es ini mudah ditemukan, baik di warung maupun rumah makan. Sama seperti displayes campur, penjual es tebak pun memamerkan stoples warna-warni berisi agar-agar merah, agar agar hijau, cendol hijau, cincau hitam, buah kolang-kaling merah dan hijau, tapai, nangka, potongan roti tawar, sirup merah, sirup gula merah, hingga santan.

Meski ada pula es tebak yang tidak memakai santan. Hal ini sekaligus menjadi pembeda es tebak dengan es campur. Es tebak terbuat dari tepung beras yang dimasak dan dicetak dalam cetakan cendol sehingga bentuknya mirip cendol, tapi lebih keras dan berwarna putih. Mirip serutan kelapa muda. Lalu, es tebak diberi es serut yang banyak. Gundukan es serut itu kemudian disiram air gula tebu, cairan cokelat, sirup merah, serta susu kental manis.

Sementara di Sulawesi Selatan, es pisang ijo yang jadi idola, terutama pada bulan puasa seperti ini. Es khas Makassar ini terbuat dari bahan utama berupa pisang ijo. Pisang ijo adalah pisang yang dibalut adonan tepung berwarna hijau dan cara memasaknya dengan mengukus di sebuah dandang. Tepung berwarna dibuat dari tepung, air, pewarna hijau atau air daun suji, dan air daun pandan. Meski sama-sama menggunakan pisang, namun es pisang ijo beda dengan es palu butung.

Pembuatan es palu butung lebih ringkas ketimbang es pisang ijo. Pisangnya sendiri tidak dibalut dengan pewarna hijau. Beralih ke Kalimantan Barat, tepatnya Pontianak, ada es lidah buaya. Untuk diketahui, aloevera atau lidah buaya memang menjadi salah satu tanaman andalan karena Pontianak memiliki lahan gambut yang luas dan cocok untuk ditumbuhi lidah buaya. Tak heran, Pontianak terkenal sebagai penghasil tanaman lidah buaya super.

Selain manfaat kesehatan, lidah buaya juga bisa dijadikan minuman yang menyegarkan dan sangat digemari oleh penduduk setempat. Untuk membuatnya tidaklah sulit. Bahan yang diperlukan antara lain daun lidah buaya, jeruk nipis, garam dapur, dan gula pasir. Pilihlah daun yang cukup umur dan tebal. Daun cukup umur berwarna hijau tua,bagian tepi daun berduri lunak dan pucat. Kemudian cuci bersih daun lidah buaya, kupas kulit daun lidah buaya yang bening.

Didihkan air, lalu potongan daging lidah buaya dimasukkan dan didiamkan selama 10 menit. Daging lidah buaya berikutnya direndam dalam larutan asam yang terbuat dari satu liter air matang,kemudian tambahkan satu sendok makan perasan jeruk nipis. Bilas potongan daging daun lidah buaya dengan air matang, tambahkan larutan gula sesuai selera, dan es pun siap dinikmati. Adapun es kacang merah merupakan varian es lain yang berasal dari Manado.

Selain kelezatan kacang merah dan kesegaran esnya, es ini digandrungi karena pembuatannya yang tak kalah mudah. Bahannya sederhana, hanya kacang merah kering. Sementara sebagai pendukung penyajian, kacang merah diberi es serut dan susu kental manis. Ayo, sajikan menu es yang berbeda untuk keluarga tercinta. (ftr)

Berita Terkait : Ramadan

Beri komentar

 
 
BACA JUGA »

Celebrity

Didatangi FPI, Eyang Subur Ceraikan Empat Istrinya Hari Ini
Front Pembela Islam (FPI) berencana mendatangi kediaman Eyang Subur hari ini. Kedatangan mereka terkait pelepasan empat orang istri Eyang Subur sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Travel

Ketularan Demam K-Pop, Indra "ST12" Mimpi ke Pulau Jeju
Demam K-Pop juga menulari beberapa artis Ibu Kota. Tanpa malu-malu, Indra “ST12” mengakui jika K-Pop membuatnya ingin mengunjungi Korea Selatan.