Buka Puasa, Lebih Aman Konsumsi Olahan Kukus
Johan Sompotan -
Okezone
Sabtu, 4 Agustus 2012
10:11 wib
Jagung, olahan rebusan (Foto:Gettyimages)
SETELAH sekira 12 jam menahan rasa lapar dan dahaga, banyak orang membabi buta menyantap makanan saat berbuka puasa. Makan berlebihan saat perut kosong akan berdampak buruk, apalagi bila salah memilih menu. Untuk alternatif lebih baik, pilih saja olahan kukus.
"Berbuka puasa paling bagus dengan menyantap makanan yang dikukus, seperti ubi, jagung, pisang, singkong, yang bisa dengan mudah diserap oleh tubuh," kata Pardikromo, Chef Pastry Hotel Le Grandeur, kepada Okezone di Hotel Le Grandeur, Jakarta, baru-baru ini.
Menurutnya, sebagian besar warga Jakarta hobi menyantap menu gorengan saat berbuka. Rasanya gurih hingga selalu dicari. Padahal, olahan serba kukus jauh lebih sehat bagi penikmatnya lantaran tak menggunakan minyak, yang menyumbang lemak jahat untuk tubuh. Apalagi, gorengan yang dibeli di pinggir jalan, yang kita belum tahu tingkat kebersihannya.
Namun khusus untuk kacang, katanya, sebaiknya dimakan setelah perut cukup terisi dengan bahan makanan lain. "Kacang bagus buat Anda, namun di dalam kacang ada rasa gurih sehingga menambah kadar lemak tubuh. Ada baiknya tidak usah dikonsumsi usai berbuka, berbeda kalau sudah ada makanan yang diasup, tak masalah mengonsumsi kacang," jelasnya.
Menurutnya, olahan kukus lebih pas untuk bahan makanan yang memiliki kandungan serat tinggi dan rasa manis. "Untuk kadar manisnya bisa mengonsumsi pisang rebus atau jagung manis rebus. Sementara untuk kadar seratnya, Anda bisa mengonsumsi singkong maupun ubi sehingga kadar gulanya akan Anda dapatkan secara alami," tutupnya. (ftr)