Berburu Kurma Arab Hingga Amerika di Tanah Abang
Johan Sompotan -
Okezone
Jum'at, 3 Agustus 2012
15:50 wib
Salah satu penjual kurma di Tanah Abang (Foto:Johan Sompotan)
KOLAK serta beberapa jenis es buah identik sebagai menu minuman berbuka puasa. Ada pula kurma yang pedagangnya menjamur selama bulan Ramadan, salah satunya di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Bila ingin berbelanja kurma, ada baiknya menelusuri kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kurma yang dijual di wilayah inipun bisa ditemui di hari-hari biasa, namun tidak akan sebanyak pada saat bulan Ramadan.
"Dulunya, penjual kurma cuma sedikit, enggak lebih dari lima orang. Dari tahun ke tahun, jumlahnya makin banyak, apalagi pas Ramadan kayak begini. Banyak pedagang yang memanfaatkan momen saja," tutur Ita, salah seorang penjual kurma, ketika ditemui Okezone di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Awalnya, para penjual kurma selalu menawarkan dagangannya di pinggir jalan menuju arah Roxy, Grogol. Namun kini, mereka sudah memadati dua sisi jalan, mulai dari berjualan kurma ala kadarnya hingga dipenuhi dengan berbagai ragam jenis kurma lainnya.
Menurutnya, tempat penjualan kurma di Tanah Abang sudah ada sejak 1980an. Ide awal muncul lantaran susahnya mendapatkan kurma di bulan Ramadan.
"Awalnya karena kurma susah didapatkan. Sementara kalau ke Makkah atau Madinah, sangat terbatas kurma yang boleh dibawa ke Jakarta seusai ibadah umroh atau naik haji," imbuhnya.
Berbagai jenis kurma dijual di kawasan Tanah Abang ini, mulai dari palm fruit yaitu kurma asal Tunisia, kurma madu dari Mesir, kurma lulu alsaad dari Madinah, kurma mezol dari California, Amerika, kemudian ada juga dari Dubai, hingga kurma azwa yakni kurma nabi yang dipercaya memiliki berbagai khasiat manfaat untuk tubuh.
Begitu banyak kurma yang dijajakan, tetapi kurma dari Madinah lah yang paling banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya, kata Ita, kurma jenis ini memiliki rasa yang tidak terlalu manis sehingga mudah diterima lidah masyarakat.
"Sebenarnya, kalau bicara kurma tergantung pada selera masyarakat karena kurma pun ada yang dijual hingga Rp500 ribu. Tapi kalau lidah merasakan tidak enak, semahal apapun, jadinya yang tidak enak," lanjutnya.
Kurma Iran agak berkulit, kurma California yang memiliki kualitas super dan bentuk besar, sedangkan kurma azwa atau kurma nabi memiliki kadar serat atau guratan lebih banyak.
"Semakin mahal harga kurmanya, sudah pasti manfaat dari buah kurmanya pun akan semakin banyak pula," tutupnya.
Bagi Anda penggemar kurma, harga yang ditawarkan di Tanah Abang cukup beragam, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram untuk jenis kurma yang biasa. Sementara, harga Rp350 ribu per kilogram untuk kurma azwa, kurma California dihargai Rp5 ribu per buah, dan per kilogramnya Rp175 ribu. (ftr)