Getting Time...
OKEFOOD | Icip-icip

Ketan Srikaya, Hantaran untuk Mertua Kini Khas di Ramadan

Johan Sompotan - Okezone
Rabu, 8 Agustus 2012 15:16 wib
detail berita
Ketan srikaya (Foto: masakmasak.blogspot)
DI bulan Ramadan, beberapa kuliner yang khas pun muncul. Salah satunya adalah ketan srikaya yang berasal dari Padang, Sumatera Barat.

Ditilik dari sejarahnya, ketan srikaya ternyata makanan khusus para mertua. "Srikaya ketan ini dulunya adalah makanan mertua. Jadi kalau zaman dulu, pada saat bulan puasa, ketan dan srikaya ditaruh ke dalam rantang lalu diantar ke tempat mertua," tutur Murni (46), penjual ketan srikaya, saat ditemui Okezone di pasar takjil Jalan Soka, Rawa Badak, Jakarta Utara, baru-baru ini.

Dia menambahkan, ketan srikaya diyakini oleh warga Padang bisa menjadi sarana silaturahmi. Sebagai pendamping hantaran untuk mertua, biasanya juga diberikan menu olahan daging ayam dan rendang.

Karena memiliki keunikan rasa, ketan srikaya kini bukan lagi sebatas hantaran untuk mertua di bulan Ramadan. Makanan ini menjadi santapan wajib masyarakat Sumatera Barat.

Menurutnya, ketan srikaya dibuat dengan proses pengolahan yang sederhana. Pertama-tama, olah dahulu srikaya dari bahan-bahan, seperti telur, garam, santan kelapa, serta gula merah. Caranya, 1/2 kg telur diaduk bersama segelas santan dari sebutir kelapa, tambahkan pula dengan 1/4 kg gula merah dan sedikit garam. Murni menyarankan, proses pengadukan sebaiknya dilakukan secara manual dengan tangan, dan bukan mixer.

"Supaya tangannya enggak kotor, pakai sarung tangan khusus makanan. Bila sudah tercampur semuanya, baru pindahkan ke rantang," lanjutnya.

Untuk mengetahui bila adonan sudah tercampur rata, ambillah sendok atau garpu kemudian tusukkan ke adonan. Adonan akan terasa keras saat sudah tercampur rata. Kemudian, tata adonan di dalam rantang lalu kukus.

"Kalau dipanggang, maka semua rasa dari bahan yang dipakai tidak akan terasa di lidah. Kekentalan alamilah yang dicari, apalagi kalau dikukus, dari segi aroma juga berbeda, cukup 20 menit saja mengukusnya," jelasnya.

Sementara, ketannya diproses seperti biasa. Caranya, ketan dicampur santan kelapa kemudian diaron (dimasak setengah matang), beri garam lalu biarkan mengering. Tambahkan daun pandan supaya wangi.

"Srikaya ini memang jadi khasnya. Supaya lebih enak, srikaya dipadukan dengan ketan," imbuhnya.

Selain ditambahkan ketan, katanya, srikaya juga dipadukan dengan bubur kampium. Namun, pilihannya disesuaikan dengan selera penikmatnya. Bagi yang ingin merasakan kelezatan ketan srikaya, harga yang ditawarkan Rp10 ribu per porsi. (ftr)

Berita Terkait : Ramadan

Beri komentar

 
 

Lifestyle

Si Dia Tak Pernah Inisiatif Ciuman, Apa Artinya?
Siapa yang mulai ciuman ketika Anda bermesraan dengan pasangan? Jika selalu Anda yang memulai, artinya pasangan menyimpan alasan khusus di balik sikapnya tersebut.

Travel

Panorama Group, 41 Tahun Lalu Lahir di Garasi
Tahun ini Panorama Group genap berusia 41 tahun. Mimpi sederhana yang kemudian dibangun lewat konsistensi itu ternyata berawal hanya dari garasi rumah.