Getting Time...
OKEFOOD | MakanYuk

Ocha, Berlian Hijau Dari Negeri Sakura

SINDO
Kamis, 9 Agustus 2012 08:10 wib
detail berita
Ocha, Minuman teh Jepang (Foto:milktea-coco.blogspot)
TEH merupakan jenis minuman yang cukup populer dan dikenal. Hampir seluruh penduduk di bagian dunia ini mengenal minuman teh, termasuk Indonesia. Bahkan, di Indonesia teh bisa dibilang menjadi minuman kedua setelah air putih.

Di setiap warung makan, di pinggir jalan, bahkan di perkantoran pun, pasti tersedia minuman ini. Seperti halnya di Indonesia, masyarakat Jepang juga sangat menyukai minuman teh. Namun, umumnya masyarakat Jepang mengonsumsi jenis teh hijau atau mereka biasa menyebutnya ocha. Bahkan, di Negara Matahari Terbit itu, ocha sudah menjadi bagian keseharian mereka. Menurut sejarahnya, ocha bukan berasal dari Jepang. Adalah Myoan Eisai, seorang pendeta Buddha dari China yang mengenalkan ocha kepada penduduk Jepang. Eisai hidup sekitar 1141–1215 Masehi.

Namun, pada sekitar 1207, Eisai mulai menanam bibit ocha di Kyoto. Keterikatan ocha dengan Eisai memang tidak bisa dilepaskan. Sebab, saat itu para pendeta Buddha menggunakan ocha untuk upacara keagamaan dan pengobatan. Pada abad ke-13 ini, dikenal sebagai tahapan pengenalan ocha kepada penduduk Jepang. Kemudian, baru pada abad ke-15 dan 16, ocha mulai dikenal di kalangan keluarga kaisar, bangsawan, dan samurai. Awalnya, kalangan keluarga kaisar, bangsawan, dan samurai menggunakan ocha hanya untuk pengobatan. Ocha saat itu dianggap semacam jamu yang bisa mengobati berbagai penyakit. Pada masa itu, hanya kalangan kaisar, bangsawan, dan shogun yang bisa menikmati ocha ini.

Namun, lambat laun budaya dan tradisi minum ocha pun semakin populer. Pada tahapan inilah ocha dikenalkan sebagai tradisi dan budaya baru di Jepang. Salah satu tokoh yang dipercaya ikut berjasa mengenalkan budaya minum ocha adalah Senno Rikyu (1522-1591). Keberadaan ocha semakin populer pada abad ke-17 dan 18. Hampir seluruh pelosok Jepang mulai mengenal budaya meminum ocha ini.Sejak saat itu, ocha pun menjadi bagian keseharian dan gaya hidup penduduk Jepang.

Perlakuan bak Berlian

Keistimewaan ocha bagi penduduk Jepang bukan saja karena sejarahnya pernah menjadi minuman bagi kalangan bangsawan. Namun lebih dari itu, ocha dipercaya mampu memberikan khasiat-khasiat tertentu bagi peminumnya. Salah satu khasiat yang diklaim penduduk Jepang adalah panjang umur. Saking istimewanya minuman ini, sejumlah perlakuan khusus pun diberikan. Mulai dari proses penanaman, pemanenan, pengolahan daun teh, hingga cara penyajiannya.

Di Jepang, menanam ocha bukan sekadar menanam pohon dengan menggali tanah kemudian menancapkan bibit saja. Ada perlakuan perlakuan khusus yang diberikan setiap petani ocha atas tanamannya. Bahkan, perlakuan ini layaknya memperlakukan sebuah berlian berharga ratusan juta hingga miliaran rupiah. Pembudidayaan ocha pada dasarnya bisa dilakukan setiap orang. Namun di Jepang, rata-rata petani yang menanam ocha sudah berlangsung secara turun-temurun. Begitu pula dengan perusahaan pengepul atau penampung hasil panen. Biasanya, perusahaan ini juga sudah menjalin kerja sama dengan petani sejak puluhan, bahkan ratusan tahun silam.

Satu petani dan satu perusahaan pengepul tidak begitu mudahnya berganti kerja sama dengan pihak lain. Kebetulan, sempat melihat kawasan pembudidayaan ocha di kawasan perkebunan Wazuka Cha, Kyoto. Wazuka merupakan salah satu daerah penghasil ocha terbesar di Jepang. Selain di sini, pembudidayaan ochajuga ada di Kagoshima dan Shizuoka. Namun, ocha yang paling berkualitas berasal dari Wazuka. Sebab, daerah ini merupakan kawasan pegunungan yang sangat cocok untuk ditanami ocha.

“Ocha akan semakin enak rasanya jika dihasilkan di wilayah yang memiliki perbedaan cuaca tinggi. Misalnya, pada siang hari suhunya sekitar 30 derajat dan pada malam hari bisa belasan derajat. Perbedaan suhu yang tinggi ini biasanya ada di pegunungan,” ujar Key Account Fukujuen, Tomoyuki Igarashi.

Perlu diketahui, Fukujuen merupakan salah satu perusahaan pengepul ocha dari petani yang kemudian dijual kembali ke berbagai perusahaan pembuat teh siap saji, salah satunya Suntory. Tomoyuki juga mengungkapkan, ocha dapat dibudidayakan melalui dua cara.

Cara pembudidayaan ocha yang pertama, dengan teknik minimalisasi cahaya sinar matahari. Dengan menggunakan terpal, tanaman-tanaman ocha akan ditutupi sedemikian rupa agar cahaya matahari yang diterima daun ocha bisa diminimalisasi. Teknik penutupan ini juga dibagi lagi menjadi dua. Teknik pertama, dengan satu lapis penutupan. Tanaman ocha hanya ditutupi dengan selapis terpal pada ujung atas daun tanaman hingga menutupi batang bawah. Teknik kedua, dengan dua lapis penutupan.Teknik ini sama dengan teknik pertama, hanya ditambahkan dengan rumah-rumahan dari terpal. Jadi, kondisi tanaman ochasama sekali tidak tersentuh cahaya matahari.

Sementara, pembudidayaan kedua adalah dengan membiarkan tanaman ocha terkena sinar matahari secara langsung. Perbedaan pembudidayaan ini ternyata mengandung maksud yang luar biasa besar. Perbedaan perlakuan ini ternyata menghasilkan rasa, tekstur, warna, dan kualitas ocha yang berbeda pula. Sebab, dengan penutupan dan tidaknya tanaman ocha ini, maka akan memengaruhi kadar asam amino dan zat catechin yang dihasilkan daun ocha. (ftr)

Berita Terkait : Minuman

Beri komentar

 
 

Lifestyle

Payudara Siti Badriah Gede karena Diganjal Tisu
Setiap wanita tentunya menginginkan bentuk fisik yang sempurna. Bahkan, mereka rela mengubah beberapa bagian tubuh.

Celebrity

Lyra Virna Mulai Terbuka Bahas Hubungan dengan Fadlan
Kabar kedekatan Lyra Virna dengan Fadlan memang sudah berhembus sejak lama. Setelah lama berkilah, Lyra pun mulai terbuka mengenai hubungannya dengan Fadlan.

Travel

"Pagoda" di Solo Ditemukan 2 Tahun Lalu
Keberadaan bangunan mirip Pagoda di Solo, Jawa Tengah, masih misterius dan belum diketahui pasti kapan dibangun. Tak ada prasasti sama sekali yang bisa menjelaskan bangunan tersebut.