Lidah Digoda Manisnya Bubur Kampiun
Bonita Ningsih -
Okezone
Sabtu, 18 Agustus 2012
15:33 wib
Bubur kampiun (Foto:haiqa.multiply)
BULAN puasa memang paling enak berbuka dengan makanan manis. Kebanyakan orang memilih kolak atau es campur, padahal ada bubur khas Minang yang juga menarik.
Bubur kampiun namanya. Menurut Zaidar (62), penjual bubur kampiun di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, nama kampiun diambil dari bahasa Padang yang artinya“campur-campur”.
Disebut campur-campur karena memang isi dari bubur kampiun terdiri dari lima campuran berbeda, yakni srikaya telur, ketan putih, bubur sumsum, candil ketan, dan kolak pisang. Dengan campuran ini, bubur kampiun tentu dapat menggoyangkan lidah para pembeli dengan cita rasa manisnya.
Jika dilihat dari isinya, mungkin Anda sudah sering mendengar bubur sumsum, ketan putih, dan kolak pisang.Tapi, bagaimana dengan srikaya telur dan candil ketan? Itulah yang membuat bubur kampiun menjadi berbeda dengan bubur lainnya.
“Yang membedakan bubur kampiun dengan bubur yang lainnya itu ada di candil ketan dan srikaya telurnya,” tuturnya saat ditemui Okezone, belum lama ini.
Srikaya telur terbuat dari berbahan utama telur yang dicampur dengan gula halus, gula merah, santan kental, garam, vanili, dan daun pandan. Rasa manis yang dihasilkan dari srikaya telur pasti akan membuat Anda ketagihan untuk menyicipinya lagi.
Sementara, candil ketan berbahan dasar tepung ketan dengan tambahan gula merah. Candil ketan ini mempunyai rasa yang khas, saat mencicipinya akan terasa kenyal di lidah. Namun, bubur sumsumnya tidak kalah lezat, terasa sangat legit jika digigit.
Rasanya yang nikmat ini membuat bubur kampiun banyak peminatnya, Andi (35), salah seorang pembeli mengaku ke Jalan Kramat karena ingin mencicipi bubur kampiun.“Sebelumnya, saya memang sudah mencicipi bubur kampiun, tapi saya khusus datang kesini karena katanya disini khusus menjual makanan khas Minang, jadi pengen nyobain bubur kampiun disini,” ucapnya.
(ftr)