Getting Time...
OKEFOOD | Seputar Mudik

Laporan Kejahatan di Terminal Lebak Bulus Nihil

Mustholih - Okezone
Sabtu, 25 Agustus 2012 13:45 wib
detail berita
Ilustrasi (foto: Okezone)
JAKARTA - Kepolisian Sub-sektor Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mengklaim tidak menemukan aksi kejahatan selama arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 1433 H di terminal Lebak Bulus.
 
Anggota Kepolisian Sub-sektor, Ajun Inspektur Satu, Dwiyatna, mengatakan, arus mudik dan arus balik di Terminal Lebak Bulus berlangsung aman.
 
"Belum ada laporan meski kami membuka posko pengaduan di sini," kata Dwiyatna kepada Okezone, Sabtu (25/8/2012).
 
Menurut Dwiyatna, pihaknya tidak menemukan aksi kejahatan seperti pemerasan, penipuan, hingga pencopetan, sejak tujuh hari sebelum lebaran hingga sekarang.
 
"Kalaupun ada keluhan, hanya karena soal bus yang sempat telat datang. Waktu lagi macet-macetnya di Pantura kemarin," terangnya.
 
Dwiyatna mengatakan, aksi kejahatan pada Hari Raya sudah tidak dikenal di Terminal Lebak Bulus, sejak 12 tahun lalu. "Sejak saya bertugas di Cilandak, 12 tahun lalu tidak ada (aksi kejahatan). Setiap tahun saya diperbantukan di sini," katanya.
 
Kalaupun ada informasi kejahatan, sambung Dwiyatna, peristiwa itu terjadi di luar terminal Lebak Bulus. "Misalkan penumpang yang turun di Pasar Jumat melaporkan kehilangan hand phone. Itu juga sifatnya melaporkan," tukasnya.(ydh)
(ahm)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Berita Terkait : Arus Balik

Facebook Comment List

 
 
BACA JUGA »

Celebrity

Beredar, Foto Syur Mirip Yenny "3 Kucing"
Yenny Anggraeny, salah satu personel 3 Kucing kembali menuai sensasi. Setelah sempat dinyatakan hilang, beberapa waktu lalu,  kini foto bugil yang mirip Yenny tersebar di dunia maya.

Travel

Digaji Rendah, Pemandu Wisata Everest Mogok Kerja
Badan pariwisata Nepal tengah berusaha meyakinkan Sherpa (penduduk asli Nepal) untuk tetap bekerja sebagai pemandu wisatawan yang ingin mendaki puncak tertinggi dunia, Everest. Para Sherpa sempat menolak bekerja karena banyak di antara mereka yang terbunuh saat mengantar wisatawan ke puncak tersebut.