Iga Bombai Bumbu Spesial
SINDO
Jum'at, 14 September 2012
10:15 wib
(Foto:catatanibu)
IGA merupakan bagian daging sapi yang sangat lezat disantap, baik yang pengolahannya digoreng maupun dibakar. Namun, rasanya akan semakin lengkap jika ditambah dengan bumbu modifikasi dan aneka saus pilihan.
Iga bombai misalnya. Rasa dan aroma olahan iga ini sudah dapat ditebak. Kelezatannya muncul dari dominasi bawang bombai. Chef Iga Bakar Jogja Sidiq Firmansyah mengatakan, menu iga bombai ini mendapuk daging iga khusus. Alasannya untuk mendapatkan taste terbaik dari iga. Cara penyajiannya berbeda dengan iga bakar atau iga goreng. Iga bombai menggunakan iga berukuran kecil.
Hal itu untuk mempermudah cara pengolahannya. ” Dalam membuat menu ini,kami memilih iga untuk sup yang ukurannya lebih kecil karena penyajiannya berbeda dengan iga bakar. Kalau untuk iga bakar, iga yang dipilih harus yang berdaging tebal dan tulangnya besar,” kata Sidiq.
Sementara, untuk olahan iga bombai, daging yang dipilih berukuran kecil atau kira kira seberat 250 gram.
Setelah itu direbus sampai lunak selama satu jam. Setelah empuk, iga digoreng. Kemudian dimasak lagi bersama tumisan bawang bombai, cabai rawit, dan bumbu-bumbu spesial lain. Aroma bawang bombai yang menggoda ditambah dengan bumbu serta potongan cabai rawit akan membuat santap makan siang atau malam Anda terasa lebih berselera. Bagi pencinta kuliner yang menyukai olahan pedas, iga bombai menjadi rekomendasi paling pas.
Di sela-sela ritual makanan yang membakar lidah, Anda pun bisa mengambil jeda dengan menyantap kuah segar yang didapuk dari kaldu gurih dan sedikit sayuran.
”Iga bombai ini menjadi primadona karena cita rasanya yang pedas. Kebetulan, orang Bandung sangat menggemari makanan serbapedas. Namun, tak hanya mengejar pedasnya, iga ini juga terasa istimewa dengan racikan bawang bombai yang harum dan mampu menambah selera makan,” sebutnya.
Harga iga bombai khas Iga Bakar Jogja adalah Rp 27.000 per porsi. Sementara untuk menetralkan lidah yang terbakar oleh rasa pedas iga bombai, aneka minuman dingin menjadi pilihan utama. Sensasi olahan iga juga dapat dijumpai di Hartwood. Tempat makan berornamen kayu ini dapat memberi kepuasan saat bersantap.Penggemar iga disuguhkan sebuah signature menuyang diberi nama thai braised ribs.
Tampilannya mirip sup iga khas Indonesia. Bedanya, menu Thailand ini disajikan dalam mangkuk besar berisi kuah sayuran, plus bahan utama iga yang aduhai. Dengan mengusung nama Thai, menu iga berkuah ini didominasi cita rasa asam-pedas khas tom yum. Namun, jika dilihat lagi komposisi menu yang dihadirkan, masakan ini sangat Indonesia.
”Iga lokal seberat 250 gram direbus selama lima jam hingga lunak, lalu dimasak bersama bumbu-bumbu rahasia bercita rasa pedas. Lalu ditambah jeruk lemon, terong ungu, buncis, dan daun basil. Kami memang menyajikan cita rasa dan tampilan yang berbeda. Dengan thai braised ribs berbahan dasar kuah, seperti kuah tom yum khas Thailand, penggemar iga akan dipuaskan oleh rasa kuahnya yang gurih dan asam,” kata Anna Dewanti, pengunjung Hartwood.
Sebagai pencinta iga,Anna mengaku baru merasakan sensasi iga khas Thailand ini. Menurut dia, bumbu yang ditampilkan sangat eksotis. Menilik tampilannya, thai braised ribs lebih mirip sup pindang dengan iga sebagai bahan utama.
Jika ingin menjajal kelezatan hidangan ini, Anda hanya butuh mengeluarkan kocek sebesar Rp47.000 per porsi. Makanan ini sangat cocok disandingkan dengan nasi putih hangat dan kerupuk.
(ftr)