Getting Time...
OKEFOOD | MakanYuk

Masak Oseng Cumi Petai Bareng Chef Juna, Yuk!

Fitri Yulianti - Okezone
Jum'at, 19 April 2013 14:13 wib
detail berita
Chef Juna masak bareng Soraya Larasati (Foto: dok. Global TV)
CHEF Juna akan menghadirkan menu tradisional yang dia racik dalam program "Ala Resep Juna". Kali ini, dia memasak bersama presenter cantik Soraya Larasati.

Chef Juna akan menyuguhkan oseng cumi petai telur asin dan cumi bakar madu pedas dalam Arjuna, "Ala Resep Juna", yang akan tayang Jumat, 19 April 2013. Sebelum mulai memasak, Soraya Larasati akan diajaknya berjalan-jalan kemanapun dia bisa menemukan seluruh bahan-bahan makanan agar dapat diramu menjadi hidangan spesial.

Perempuan kelahiran 11 Juni 1986 itu tidak hanya mendampingi. Di episode kali ini, dia juga ikut aktif mengolah bumbu masak.

Arjuna tayang setiap hari, dari Senin sampai Jumat, pukul 16.30 WIB di Global TV, yang selalu menghadirkan menu-menu masakan istimewa khas Chef Juna. Setiap bintang tamu dan pemirsa di rumah akan turut merasakan kelezatan dari setiap makanan yang disajikan Chef Juna, baik menu luar negeri maupun masakan khas tradisional Indonesia.

Siap-siap masak bareng Chef Juna, yuk! (ftr)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Berita Terkait : Chef Juna

Facebook Comment List

 
 
BACA JUGA »

Lifestyle

Jadi Miss Indonesia, Maria Rahajeng Lebih Anggun
Menjadi Miss Indonesia 2014, rupanya membawa perubahan pada diri seorang Maria Rahajeng. Terutama bagaimana penampilannya di depan publik.

Celebrity

Regina Putuskan Pacar Bulenya jika Mengajak Seks Bebas
Regina Ivanova kini sedang menjalin kasih dengan seorang pria warga negara Amerika Serikat bernama Christ. Mempunyai pacar yang mempunyai tradisi berbeda, dirasakan cukup berat bagi jebolan Indonesian Idol itu.

Travel

Tumbalkan Nyawa di Sumur Ini, Kepercayaan Suku Maya Panggil Hujan
Jika pada musim kemarau, sumur ini akan dilempari manusia yang terdiri dari pria atau wanita, atau bahkan anak anak sekalipun. Hal ini dilakukan untuk menenangkan dewa air sehingga akhirnya mereka akan memberikan hujan bagi wilayahnya. Ketika beberapa orang arkeolog mengeruk kawasan ini di abad ke 20, mereka menemukan lonceng emas, masker, cangkir, potongan batu giok bersamaan dengan tulang belulang manusia.