Getting Time...
OKEFOOD | Makanan

Spaghetti Aglio e Olio

Fitri Yulianti - Okezone
Selasa, 7 Mei 2013 17:39 wib
detail berita
Spaghetti Aglio e Olio (Foto: globaltv)
SPAGHETTI menjadi hidangan Barat yang telah familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Chef Juna punya resep lezat mengolah spaghetti, seperti dibagikannya dalam tayangan ARJuna (Ala Resep Juna) di Global TV tiap Senin-Jumat pukul 16.30 WIB.

Bahan-bahan:
1 pon (450 gram) spaghetti
1/3 gelas olive oil
8 siung bawang putih, dicincang
1/2 sendok teh paprika merah yang telah dihancurkan
1 sendok teh oregano yang telah dicincang
1 sendok makan daun kemangi yang telah dipotong-potong
Garam secukupnya
Lada hitam secukupnya
Keju parmesan

Cara membuat:
1. panaskan air dalam panci, tambahkan garam secukupnya dan masukan spaghetti. Sisihkan 1 1/2 gelas air dari panci, sebelum meniriskan pasta.
2. panaskan olive oil dengan temperatur sedang pada penggorengan, masukan cincangan bawang putih dan masak hingga 2 menit, hingga warnanya kekuningan.
3. Masukan 1/2 sendok teh paprika merah yang telah dihancurkan, masak selama 30 detik.
4. Campurkan 1 1/2 gelas air yang telah disisihkan sebelumnya, turunkan temperatur, kemudian tambahkan garam dan minyak, didihkan hingga 3 menit hingga airnya berkurang hingga sepertiganya.
5. Tambahkan pasta yang telah ditiriskan dan aduk sampai merata, campurkan keju parmesan, aduk kembali.
6. Diamkan pasta selama 5 menit agar saus meresap, tambahkan keju parmesan di atasnya dan hidangkan. (ftr)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Berita Terkait : Makanan

Facebook Comment List

 
 
BACA JUGA »

Celebrity

Beredar, Foto Syur Mirip Yenny "3 Kucing"
Yenny Anggraeny, salah satu personel 3 Kucing kembali menuai sensasi. Setelah sempat dinyatakan hilang, beberapa waktu lalu,  kini foto bugil yang mirip Yenny tersebar di dunia maya.

Travel

Digaji Rendah, Pemandu Wisata Everest Mogok Kerja
Badan pariwisata Nepal tengah berusaha meyakinkan Sherpa (penduduk asli Nepal) untuk tetap bekerja sebagai pemandu wisatawan yang ingin mendaki puncak tertinggi dunia, Everest. Para Sherpa sempat menolak bekerja karena banyak di antara mereka yang terbunuh saat mengantar wisatawan ke puncak tersebut.