Getting Time...
OKEFOOD | MakanYuk

Mengintip Proses Pemerahan Susu hingga Siap Dikonsumsi

Johan Sompotan - Okezone
Selasa, 11 Juni 2013 21:05 wib
detail berita
(Foto:girliegirlarmy)
SELAMA ini, Anda mungkin sebatas minum susu tanpa tahu proses pembuatannya. Ketahui pula soal higienitasnya sebelum Anda mengonsumsi susu.

Baru-baru ini, Okezone melihat proses pengolahan susu, mulai dari sapi perah hingga susu siap konsumsi. Ternyata, sapi perah di Bangka Botanical Garden, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, ini setiap harinya menghasilkan ribuan liter susu yang siap untuk diminum.

Sebelum susu siap diminum, langkah pertama yang dilakukan adalah proses pemerahan sapi. Untuk menghasilkan susu murni yang baik, maka proses pakannya pun wajib diperhatikan.

"Mulai dari proses pakan dan lingkungan wajib diperhatikan. Kalau tidak, sapi akan stres, otomatis susu yang dihasilkan akan sedikit," kata Jamal, pemerah susu sapi di Bangka Botanical Garden, kepada Okezone, belum lama ini.

Pakannya tidak boleh sembarangan, di mana kandungan protein, lemak, dan vitaminnya harus didapat untuk mendapatkan produksi susu yang berlimpah. "Selain rumput, sapi wajib ada makanan tambahan atau konsentrat, ada penguatnya, mulai dari kalsium, protein, vitamin, lemak, dan mineral, karena susu sangat banyak mengandung protein,” jelasnya.

“Asupan makanan harus dijaga sehingga susu yang dihasilkan banyak. Kalau kurang protein, susu jadi sedikit meskipun tetap keluar," tambahnya.

Kemudian, sapi perah wajib diberi pakan lainnya untuk menghasilkan warna susu lebih jernih. Pakan tambahannya adalah protein, misalnya dari bungkilan (kelapa sawit), biji kedelai, dan bekas gandum. Juga ada karbohidrat, dari bubur padi dan molase (limbah dari tetes tebu). Pakan sapi didapat dari limbah pertanian, di mana semua bahan tersebut dicampur untuk menjadi konsentrat.

Untuk menghasilkan susu murni yang baik, proses pemerahan dilakukan dua kali sehari. Jeda pemerahan adalah 8 jam.

"Hormon sapi akan merangsang otak dan mengeluarkan susu. Pemerahan susu pun hanya bisa dilakukan 5 sampai 10 menit karena mengikuti kerja hormon sapi perah," sambungnya.

Lalu, bagaimana mengetahui apakah susu yang dihasilkan baik? "Pada saat pemerahan pertama, bisa terlihat apakah susu menggumpal atau tidak, karena bila dari ambing sapi (kantong susu-red) terlihat membengkak, bisa juga dilihat dari mata sapi, pertanda susu tidak bagus untuk dikonsumsi," timpalnya.

Usai diperah, susu masuk tahapan faktorisasi (pengawetan sementara), dimana susu wajib dipanaskan untuk mematikan bakteri di dalamnya. Proses faktorisasi dilakukan selama lebih dari 18 jam, kemudian susu siap untuk diminum.

"Proses faktorisasi adalah untuk menekan bakteri supaya pertumbuhan bakteri yang merugikan akan mati. Ini memungkinkan susu tidak basi, proses pemanasannya dengan suhu 70 derajat Celsius," tutupnya. (ftr)
Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Berita Terkait : Susu

Facebook Comment List

 
 
BACA JUGA »

Celebrity

Buka Kelas Akting, Yeyen Lidya Latih Murid Melawan Malu
Selain menjadi presenter dan komedian, aktris seksi Yeyen Lidya mempunyai kegiatan lain yang tak jauh-jauh dari dunia entertain. Bakat dan talentanya sebagai aktris ditularkannya kepada murid lewat sebuah kelas yang sudah lama dia buka.